Tahukah Anda, RS Tipe D Ini Raih Penghargaan Nasional? RSUD Cabangbungin Ukir Prestasi di Seva Paramahita Awards 2025
RSUD Cabangbungin Bekasi berhasil meraih juara kedua nasional di ajang Seva Paramahita Awards 2025, membuktikan komitmennya dalam pelayanan JKN. Penasaran bagaimana RS tipe D ini bisa unggul?
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cabangbungin yang berlokasi di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, sukses menorehkan prestasi gemilang. Mereka berhasil meraih posisi juara kedua nasional dalam ajang Seva Paramahita Award 2025 yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan. Penghargaan ini diberikan atas komitmen tinggi RSUD Cabangbungin dalam menyediakan layanan kesehatan bermutu.
Pencapaian luar biasa ini secara khusus ditujukan untuk kategori rumah sakit tipe D, menunjukkan dedikasi fasilitas kesehatan daerah tersebut. Direktur RSUD Cabangbungin, Erni Herdiani, menyatakan bahwa penghargaan ini menjadi kebanggaan bagi seluruh tim. Ini juga sekaligus menjadi bukti nyata dukungan terhadap program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Indonesia.
Prestasi ini tidak datang begitu saja, melainkan melalui proses seleksi yang sangat ketat dan evaluasi berlapis dari BPJS Kesehatan. Proses penilaian dimulai dari tingkat provinsi hingga mencapai panggung nasional. Keberhasilan ini menegaskan bahwa RSUD Cabangbungin mampu bersaing dan memberikan pelayanan terbaik meskipun dengan berbagai tantangan.
Perjalanan Menuju Penghargaan Bergengsi
Erni Herdiani menjelaskan bahwa raihan prestasi ini merupakan hasil dari perjalanan panjang dan seleksi ketat oleh BPJS Kesehatan. Evaluasi berlapis dilakukan mulai dari tingkat provinsi hingga nasional untuk memastikan kualitas layanan. RSUD Cabangbungin mewakili Kabupaten Bekasi dan Jawa Barat melalui Deputi Kewilayahan 5.
Tantangan utama yang dihadapi RSUD Cabangbungin adalah lokasi di wilayah utara yang masih memiliki akses teknologi informasi terbatas. Namun, kondisi ini tidak menyurutkan semangat tim untuk terus berinovasi. Mereka berupaya keras meningkatkan transformasi digital dan memperluas penggunaan aplikasi Mobile JKN di wilayah tersebut.
Untuk mencapai tujuan ini, RSUD Cabangbungin melibatkan 24 tenaga kesehatan yang tergabung dalam tim inovasi Rusa Berlian (Rumah Sakit Berorientasi Pelayanan). Selain itu, lebih dari 30 pemangku kepentingan turut memberikan dukungan. Kolaborasi ini mencakup akademisi, pelaku bisnis, komunitas, serta pemerintah daerah setempat.
Kolaborasi erat tersebut menjadi fondasi penting dalam peningkatan mutu layanan rumah sakit. Ini juga menjadi kekuatan utama untuk menjaga kualitas pelayanan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat. Upaya ini menunjukkan komitmen RSUD Cabangbungin dalam memberikan yang terbaik bagi pasien.
Komitmen Pelayanan dan Visi Masa Depan
Direktur Erni Herdiani mengungkapkan bahwa hampir 90 persen pasien RSUD Cabangbungin adalah peserta program BPJS Kesehatan. Fakta ini menjadi motivasi kuat bagi pihaknya untuk terus menjaga mutu pelayanan. Peningkatan kualitas dilakukan baik dari sisi fasilitas maupun sumber daya manusia yang profesional.
Ke depan, RSUD Cabangbungin memiliki rencana ambisius untuk melakukan sertifikasi ISO guna standarisasi kualitas internasional. Mereka juga berencana mengembangkan layanan unggulan, seperti hemodialisa dan jantung. Langkah ini diambil untuk menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat yang semakin kompleks.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh fasilitas kesehatan yang mendukung JKN. Beliau menegaskan bahwa fasilitas kesehatan seperti RSUD Cabangbungin adalah ujung tombak pelayanan. "Cakupan peserta JKN kini telah mencapai lebih dari 99 persen penduduk Indonesia dan hal itu tidak akan bermakna tanpa dukungan fasilitas kesehatan yang berkomitmen seperti di RSUD Cabangbungin," kata Ali Ghufron Mukti.
Penghargaan Seva Paramahita sendiri diberikan kepada fasilitas kesehatan yang menunjukkan kinerja, inovasi, dan dedikasi tinggi. Ali Ghufron Mukti menjelaskan bahwa "Kata Seva berarti pelayanan yang tulus". BPJS Kesehatan menilai rumah sakit yang mampu menghadirkan pelayanan yang mudah, cepat, dan setara bagi semua pasien tanpa membedakan latar belakang.
Sumber: AntaraNews