Tahukah Anda? Disdik Garut Wajibkan 11 Ribu Guru Ikuti UKBI, Bukan Cuma Guru Bahasa Indonesia!
Dinas Pendidikan Garut mewajibkan seluruh guru, termasuk non-Bahasa Indonesia, mengikuti Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI). Program UKBI Guru Garut ini bertujuan mengukur dan meningkatkan kemampuan berbahasa guru demi kualitas pendidikan.
Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut, Jawa Barat, tengah mempersiapkan program penting yang mewajibkan seluruh guru di wilayahnya mengikuti Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI). Kebijakan ini tidak hanya berlaku bagi guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, melainkan semua tenaga pendidik, dari tingkat TK hingga SMP, yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Kabupaten Garut.
Kepala Disdik Kabupaten Garut, Asep Wawan Budiman, menyampaikan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk memastikan kemampuan berbahasa Indonesia para guru sudah benar saat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar maupun aktivitas sehari-hari. Program ini merupakan amanat undang-undang yang harus dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat Indonesia, termasuk kalangan guru di Garut.
Persoalan bahasa ini mendapatkan perhatian khusus dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia. Pemerintah daerah Garut menindaklanjutinya dengan mempersiapkan pelaksanaan UKBI bagi kalangan guru sebagai tenaga pendidik untuk mengetahui tingkat pemahaman berbahasa Indonesia secara benar, termasuk dalam penulisan sesuai Ejaan yang Disempurnakan (EYD).
Amanat Undang-Undang dan Pentingnya Bahasa
Asep Wawan Budiman menegaskan bahwa penerapan berbahasa Indonesia dengan baik dan benar merupakan amanat undang-undang yang harus dilaksanakan. "Kita sekarang sedang persiapan melakukan uji kemahiran berbahasa Indonesia atau UKBI bagi guru di Garut," katanya, menekankan pentingnya kepatuhan terhadap kaidah bahasa nasional.
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen RI telah menunjukkan perhatian serius terhadap persoalan bahasa. Mereka telah menggelar berbagai kegiatan untuk memberikan pemahaman bahasa ke sejumlah kalangan, termasuk di Garut, sebagai upaya kolektif untuk meningkatkan kualitas berbahasa di masyarakat.
Pemerintah daerah Garut menindaklanjuti inisiatif pusat dengan mempersiapkan pelaksanaan UKBI bagi kalangan guru. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab untuk memastikan bahwa tenaga pendidik, yang merupakan garda terdepan dalam proses belajar mengajar, memiliki kompetensi berbahasa Indonesia yang mumpuni.
Kemampuan berbahasa yang baik dari guru sangat krusial karena akan berdampak langsung pada kualitas komunikasi dan pembelajaran di sekolah. Guru yang menguasai bahasa dengan baik akan mampu menyampaikan materi pelajaran secara efektif dan menjadi teladan bagi siswa.
Pelaksanaan UKBI dan Target Bertahap
UKBI yang akan dilaksanakan di Garut dirancang untuk menguji kemampuan seluruh guru, tidak terbatas pada guru Bahasa Indonesia saja. Materi uji akan mencakup berbagai aspek, termasuk kemampuan menulis yang benar sesuai dengan Ejaan yang Disempurnakan (EYD). "Untuk menguji kemampuan guru tidak hanya guru Bahasa Indonesia saja, tetapi semuanya dengan materinya seperti menulis harus benar sesuai EYD (ejaan yang disempurnakan)," jelas Asep.
Jumlah guru di Garut yang tercatat saat ini mencapai 11 ribuan, meliputi guru tingkat TK hingga SMP yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Kabupaten Garut. Angka ini menunjukkan skala besar dari program UKBI Guru Garut yang akan dijalankan, mencakup sebagian besar tenaga pendidik di wilayah tersebut.
Pelaksanaan UKBI akan dilakukan secara bertahap. Pemerintah Kabupaten Garut menargetkan mulai tahun 2025 akan mengikutsertakan 300 orang guru setiap tahunnya untuk mengikuti UKBI. "Jumlah guru ada 11 ribuan, tahun ini kita mulai target 300 orang setiap tahunnya," ungkap Asep Wawan Budiman.
Sertifikat UKBI akan diterbitkan oleh balai bahasa sebagai penyelenggaranya. Hal ini memastikan bahwa hasil pengujian memiliki standar validitas dan pengakuan yang kuat secara nasional, mendukung kredibilitas program peningkatan kemahiran berbahasa ini.
Dampak UKBI terhadap Kualitas Pendidikan
Kepala Disdik Garut menambahkan bahwa kegiatan UKBI nantinya bisa mengukur tingkat pemahaman guru di Garut dalam berbahasa Indonesia yang benar dan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Pengukuran ini penting untuk mengetahui sejauh mana kompetensi bahasa guru telah memenuhi standar yang diharapkan.
Pemahaman yang baik tentang bahasa Indonesia akan memungkinkan guru untuk mengajar dengan lebih efektif dan efisien. Hal ini juga akan membantu mereka berkomunikasi secara jelas dan tepat dengan siswa, rekan kerja, serta orang tua siswa, sehingga menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.
Pelaksanaan UKBI bagi guru dianggap sangat penting karena nantinya guru akan menerapkan kembali standar berbahasa yang benar kepada anak-anak didik maupun di lingkungan sehari-hari. Guru berperan sebagai model bahasa utama bagi siswa, sehingga kemampuan berbahasa mereka akan sangat memengaruhi perkembangan bahasa siswa.
"Untuk bisa mengetahuinya maka mengukurnya dari sana UKBI," kata Asep Wawan Budiman, menegaskan bahwa UKBI menjadi alat ukur objektif untuk menilai kemampuan berbahasa guru. Ini adalah langkah strategis dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan fondasi bahasa yang baik dan benar.
Sumber: AntaraNews