Tabungan Raib, Pemuda di Barru Sulsel Ditemukan Tewas
Kepala Kepolisian Resor Barru Ajun Komisaris Besar Ananda Fauzi mengatakan kejadian tragis itu pertama kali.
Warga Kelurahan Mallawa, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan dikejutkan penemuan mayat pria dalam kondisi tergantung pada pukul 05.30 Wita, Senin (20/4). Terungkap identitas mayat tersebut yakni pemuda inisial ZF (23).
Kepala Kepolisian Resor Barru Ajun Komisaris Besar Ananda Fauzi mengatakan kejadian tragis itu pertama kali diketahui oleh warga setempat yang kemudian melaporkannya ke pihak kepolisian. Warga menemukan jasad ZF dalam kondisi tergantung pada pukul 05.30 Wita.
"Personel Polsek Mallusetasi langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pemeriksaan dan olah TKP," kata Ananda, Senin (20/4).
Pemeriksaan Saksi
Dari hasil pemeriksaan saksi serta olah TKP, polisi menduga kejadian tersebut merupakan murni insiden bunuh diri. Hal itu diperkuat dengan tidak ditemukannya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Hanya terdapat bekas jeratan tali di leher korban," ujarnya.
Ananda mengungkapkan, korban memiliki riwayat gangguan kejiwaan. Dalam kesehariannya, korban kerap berbicara dan tertawa sendiri, serta mengaku sering mendengar bisikan.
"Korban diketahui memiliki riwayat skizofrenia, seperti sering mendengar bisikan, berbicara sendiri, dan tertawa sendiri. Korban terakhir menjalani perawatan pada Januari 2026 di RS Andi Makkasau Parepare," jelasnya.
Korban Diduga Alami Tekanan
Selain itu, korban juga diduga mengalami tekanan akibat permasalahan keuangan di tempatnya bekerja sebagai penjaga agen BRILink yang lokasinya tidak jauh dari rumahnya.
Dari hasil pengecekan pihak kepolisian, ditemukan adanya selisih keuangan yang cukup besar. Saldo awal tercatat sekitar Rp10,7 juta, namun saat diperiksa hanya tersisa sekitar Rp2 juta.
"Selain itu, ditemukan sejumlah transaksi top up ke aplikasi ShopeePay menggunakan nomor pribadi korban yang diduga menyebabkan kerugian sekitar Rp8,7 juta,” ungkapnya.
Tekanan Ekonomi
Polisi menduga kombinasi antara tekanan ekonomi dan kondisi psikologis yang tidak stabil menjadi faktor yang mendorong korban nekat mengakhiri hidupnya.
Sementara itu, pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Keluarga juga telah membuat surat pernyataan resmi.
“Keluarga menolak autopsi dan telah membuat pernyataan. Mereka menerima ini sebagai musibah,” ucapnya.