Sultan Palembang Murka! Willie Salim Diminta Minta Maaf atau Dikutuk Buntut Konten Rendang Hilang
SMB IV mengutuk tindakan Willie Salim yang dianggap melecehkan masyarakat Palembang.
Reaksi keras muncul dari Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Raden Muhammad Fauwaz Diradja usai viralnya video 200 kilogram rendang hilang dalam konten masak besar Willie Salim. Sang konten kreator kini diharamkan menginjakkan kaki di Palembang.
SMB IV mengutuk tindakan Willie Salim yang dianggap melecehkan masyarakat Palembang. Kota tertua di Nusantara itu kini menjadi sorotan netizen akibat insiden tersebut.
"Kami tidak akan tinggal diam. Video ini telah menimbulkan stereotip buruk terhadap masyarakat Palembang, padahal kejadian di Benteng Kuto Besak (BKB) tidak mencerminkan budaya kami yang sesungguhnya," ujar SMB IV, Senin (24/3).
Budaya Palembang Dinilai Tercoreng
Sultan menegaskan bahwa budaya semon (malu) yang menjadi ciri khas wong Palembang telah dinodai oleh konten Willie Salim yang dinilai tidak bertanggung jawab. Menurutnya, video tersebut bertentangan dengan tradisi makan masyarakat Palembang yang menjunjung tinggi tata krama serta penghormatan terhadap tamu.
"Dalam budaya kami, tamu adalah raja yang harus dilayani dengan hormat, bukan dijadikan bahan ejekan," tegas SMB IV.
Tuntutan Sultan: Permintaan Maaf dan Ritual Adat
SMB IV mendesak Willie Salim untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka di hadapan Majelis Adat Kesultanan Palembang Darussalam. Tak hanya itu, Willie juga diwajibkan menjalani ritual tepung tawar sebagai bentuk penebusan kesalahan.
"Jika Willie Salim tidak memenuhi tuntutan kami, maka ia akan dikutuk dan diharamkan menginjakkan kaki di wilayah kami seumur hidupnya," ancam SMB IV.
Selain sanksi adat, SMB IV juga mendukung upaya hukum yang tengah bergulir. Beberapa laporan telah diajukan masyarakat ke Polda Sumsel terkait konten yang memicu kegaduhan ini. Sultan menegaskan bahwa jika terbukti bersalah, polisi harus menindak Willie Salim sesuai dengan hukum yang berlaku.