Sudin Tamhut Jaktim Perkuat Pencegahan Pohon Tumbang Hadapi Cuaca Ekstrem 2026
Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Timur menyiapkan strategi komprehensif untuk pencegahan pohon tumbang pada 2026, melanjutkan upaya tahun sebelumnya demi keamanan warga dan keasrian kota.
Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Sudin Tamhut) Jakarta Timur (Jaktim) telah menyiapkan langkah strategis untuk penanganan pohon pada tahun 2026. Upaya ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi cuaca ekstrem yang semakin meningkat di wilayah tersebut.
Kepala Sudin Tamhut Jakarta Timur, Dwi Ponangsera, menegaskan bahwa program ini merupakan kelanjutan dari penanganan puluhan ribu pohon yang telah dilaksanakan sepanjang tahun 2025. Langkah pemangkasan dan penanganan pohon ini bertujuan utama untuk mencegah terjadinya pohon tumbang, terutama saat cuaca ekstrem.
Penanganan pohon akan tetap menjadi prioritas utama pada tahun 2026, khususnya di titik-titik rawan pohon tumbang serta lokasi dengan aktivitas masyarakat yang tinggi. Hal ini demi menjaga keselamatan warga dan memastikan fasilitas umum berfungsi optimal.
Strategi Komprehensif untuk Keamanan dan Keindahan Kota
Sudin Tamhut Jaktim memperkuat upaya pencegahan pohon tumbang melalui berbagai strategi terpadu yang akan diterapkan pada tahun 2026. Ini mencakup pemangkasan rutin, penebangan pohon yang berisiko tinggi, serta pemantauan berkelanjutan di seluruh wilayah kecamatan.
Salah satu pendekatan utama dalam penanganan pohon ini adalah dengan mengandalkan laporan aktif dari masyarakat melalui aplikasi JAKI. Laporan warga akan dikombinasikan dengan patroli rutin yang dilakukan oleh Tim Satuan Tugas (Satgas) Hijau di lapangan.
Dwi Ponangsera menekankan bahwa penanganan pohon ini bukan hanya untuk keselamatan, tetapi juga untuk mengantisipasi dampak hujan deras dan angin kencang. Selain itu, pemangkasan juga bertujuan untuk memastikan pencahayaan optimal dari lampu penerangan jalan umum (PJU) pada malam hari.
Fokus penanganan akan diarahkan pada area-area yang memiliki risiko tinggi terjadinya pohon tumbang. Lokasi dengan kepadatan aktivitas masyarakat juga menjadi perhatian khusus untuk meminimalisir potensi bahaya.
Capaian Penanganan dan Dedikasi Pasukan Hijau
Sepanjang tahun 2025, Sudin Tamhut Jaktim telah berhasil menangani total 20.718 pohon yang tersebar di 10 wilayah kecamatan di Jakarta Timur. Angka ini menunjukkan komitmen serius dalam menjaga keamanan dan keasrian lingkungan kota.
Kepala Seksi Jalur Hijau dan Pemakaman Sudin Tamhut Jaktim, Made Widhi Adnyana Surya Pratita, menjelaskan rincian penanganan tersebut. Sebanyak 825 pohon mendapatkan penanganan ringan, 17.348 pohon dengan penanganan sedang, dan 2.545 pohon memerlukan penanganan berat.
Untuk mendukung operasi ini, sebanyak 99 personel Pasukan Hijau telah dikerahkan dan ditempatkan di 10 wilayah kecamatan. Mereka secara aktif melakukan pemantauan rutin dan merespons laporan dari masyarakat setiap harinya.
Made juga menambahkan bahwa pohon-pohon yang teridentifikasi berpotensi tumbang akan langsung ditebang. Langkah ini diambil untuk mencegah potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan masyarakat dan pengguna jalan.
Komitmen Berkelanjutan Menjaga Keasrian Lingkungan
Upaya penanganan pohon yang dilakukan Sudin Tamhut Jaktim merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk menjaga kelestarian lingkungan kota. Pemantauan rutin oleh Tim Satgas Hijau menjadi kunci dalam mengidentifikasi pohon yang memerlukan perhatian.
Selain tindakan preventif, Sudin Tamhut Jaktim juga secara rutin melakukan peremajaan pohon di berbagai lokasi. Program peremajaan ini bertujuan untuk memastikan Jakarta Timur tetap hijau, asri, dan nyaman bagi seluruh warganya.
Kombinasi antara respons cepat terhadap laporan masyarakat dan inisiatif proaktif dari petugas lapangan sangat esensial. Hal ini menciptakan sistem yang responsif dan efektif dalam mengelola vegetasi perkotaan.
Dengan langkah-langkah strategis ini, diharapkan risiko pohon tumbang dapat diminimalisir secara signifikan. Keselamatan warga dan keindahan kota Jakarta Timur akan terus terjaga di tengah tantangan cuaca yang tidak menentu.
Sumber: AntaraNews