LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Setya Novanto pasrah hadapi sidang tuntutan

Setya Novanto pasrah hadapi sidang tuntutan. Novanto mengatakan secara singkat menyerahkan nasib tuntutan kepada Jaksa Penuntut Umum.

2018-03-29 09:24:31
Sidang Setya Novanto
Advertisement

Terdakwa kasus dugaan korupsi e-KTP Setya Novanto hari ini bakal menjalani sidang tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum. Jelang sidang tuntutan, Novanto enggan berkomentar.

Sesaat persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Novanto mengatakan secara singkat menyerahkan nasib tuntutan kepada Jaksa Penuntut Umum. Termasuk diterima atau tidaknya pengajuan Justice Collaborator dirinya terkait proyek yang merugikan negara Rp 2,3 triliun tersebut.

"Ya kita dengarkan saja nanti di persidangan. Saya serahkan semuanya kepada KPK soal JC," ujar singkat Novanto, Kamis (29/3).

Advertisement

Pada persidangan sebelumnya, Ketua Majelis Hakim Yanto mengingatkan kembali agar Novanto memberikan keterangan secara terbuka mengenai kasus yang merugikan negara Rp 2,3 triliun itu.

"Keterangan anda masih setengah hati. Seharusnya ikhlas, tapi keterangan anda aliran Andi tidak benar sangat bertentangan dengan ini," ujar Hakim Yanto sambil mengangkat surat permohonan JC milik Novanto di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (22/3).

Hakim Yanto merunut keterangan sejumlah saksi yang bertolak belakang dengan keterangan Novanto. Dimulai dari jatah hasil korupsi proyek e-KTP ke DPR, pengaruh Novanto dalam pembahasan proyek tersebut, termasuk vendor pada proyek yang merugikan negara Rp 2,3 triliun.

Advertisement

Hakim Yanto berpendapat keterangan Novanto yang mengatakan tidak mengetahui alasan Andi kerap kali membahas proyek e-KTP tidak mencerminkan kriteria penerimaan JC.

"Sampai Oka (Made Oka Masagung) protes ke anda soal afis L-1 terlalu mahal kemudian anda panggil Andi dan Charles sampaikan keluhan Oka kemahalan katanya. Lalu dijelaskan alasannya harga kontrak akan dipergunakan untuk diberikan ke anda dan DPR sebagai komitmen fee 5 persen," ujar Yanto.

"Kalau keterangan saudara seperti itu belum terpenuhi," ujar Hakim Yanto.

Setya Novanto pun bersikukuh telah membuka seluruh rangkaian peristiwa kongkalikong bancakan proyek e-KTP.

"Saya sudah sejujur-jujurnya," ujar Novanto.

Sementara itu diketahui, Setya Novanto didakwa memperkaya diri sendiri terkait proyek e-KTP sebesar 7,3 juta dolar Amerika. Penerimaan hasil korupsi tersebut diterima Novanto dari Johannes Marliem, Direktur PT Biomorf Lone selaku penyedia AFIS merek L-1.

Penerimaan Marliem tidak secara langsung diterima oleh Novanto melainkan melalui Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, Direktur PT Murakabi Sejahtera selaku peserta lelang proyek e-KTP, sebesar 3,5 juta dolar Amerika dan Made Oka Masagung pemilik OEM Investment secara bertahap sebesar 3,8 juta dolar Amerika.

Dalam persidangan juga terungkap bahwa Novanto telah mengembalikan uang Rp 5 miliar ke KPK, namun dia bersikukuh tidak terkait dengan kongkalikong proyek e-KTP.

Baca juga:
Buktikan keterlibatan Setnov, jaksa KPK hadirkan puluhan saksi & 7.000 barang bukti
Hadiri sidang tuntutan Novanto, Mensos Idrus tunjukkan bentuk setia kawan
Setya Novanto hadapi sidang tuntutan korupsi e-KTP hari ini
KPK: Tuntutan Setya Novanto bergantung putusan justice collaborator besok
Melchias Mekeng: Setya Novanto kalau masih membuat fitnah akan saya laporkan

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.