Setelah HRV, kini Motor Ninja jadi Korban Pertamax Bercampur Air di SPBU Banjarsari Solo
Kecurigaan warga tersebut bermula saat dia menyedot BBM dari tangki motor Ninjanya ke dalam jeriken.
Viral video merekam warga Surakarta yang dibuat kesal dengan kecurangan yang terjadi di SPBU Banjarsari. Warga itu menduga Pertamax yang ada di SPBU itu telah dicampur air.
Kejadian itu viral setelah diunggah akun Instagram @kuthosoloku.
Kecurigaan warga tersebut bermula saat dia menyedot BBM dari tangki motor Ninjanya ke dalam jeriken.
Saat itu, sebagian bahan bakar berwarna biru dituangkan ke dalam nampan dan terlihat jelas perbedaan antara bensin dan air. Sejumlah netizen kemudian menimpali pernah mengalami kejadian serupa di SPBU Pucangsawit beberapa waktu lalu.
Di video itu terdengar keluhan warga yang menyebut di SPBU tersebut, diduga BBM yang dijual telah dicampur air.
"Campur air itu, murni. Pertamina-pertamina. Makan korban lagi, ya Allah. Bikin pusing aja. Buat cuci bisa ini. Bedakan air sama yang biru. Pertamax yang bening air," ucap warga dalam video tersebut.
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, menanggapi viral video tersebut dan langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama Pertamina di dua SPBU yang disebut oleh netizen.
"Jadi kemarin sudah ada penanganan di salah satu SPBU. Dari dua SPBU yang diperiksa, satu terbukti, sementara yang satunya tidak," kata Respati usai menghadiri rapat koordinasi di Gedung Gradhika Pemprov Jateng, Senin (17/3).
Dia berharap kejadian seperti ini tidak terulang di SPBU lain, terutama di wilayah Jawa Tengah. Terkait indikasi praktik di tempat lain, sejauh ini baru ada satu SPBU yang terbukti diduga mencampur bahan bakar dengan air.
Menurutnya, Pertamina telah menunjukkan itikad baik dengan bersedia memberikan ganti rugi kepada masyarakat yang dirugikan.
"Jadi pihak PT Pertamina sudah bertanggung jawab dengan memberikan ganti rugi," ungkapnya.
Namun demikian, dia juga mewanti-wanti kemungkinan oknum yang memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan tertentu.
"Kami tadi sudah berbicara dengan PT Pertamina. Saya sudah menyampaikan agar mereka lebih berhati-hati agar kejadian serupa tidak terjadi di daerah lain," ujarnya.
Saat disinggung mengenai sanksi yang akan diberikan kepada SPBU yang terbukti melakukan pelanggaran, Respati menegaskan bahwa pihaknya akan mengikuti peraturan yang berlaku.
"Kami pada dasarnya mengikuti peraturan yang ada. Yang terpenting adalah menjaga kepercayaan masyarakat," pungkasnya.
Sebelumnya, John Arkha Budi, warga Palur, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, mengamuk setelah mobil Honda HRV yang baru dibeli 4 bulan lalu mengalami masalah. Mobil yang dikendarainya menuju Yogyakarta, Jumat lalu, mogok di wilayah Solo Baru.
Usut punya usut, mobil Arkha bermasalah pada bahan bakar Pertamax yang dibelinya di SPBU Pucangsawit, Solo.
"Hati hati kawan isi Pertamax di SPBU Pucang sawit, mobil saya HRV bisa mogok di tengah jalan area Solo Baru setelah isi Pertamax. Mati dan setelah dicek teknisi Honda Solo Baru, ternyata sebagian Pertamax yang saya isi di dalam tangki mengandung air. Ini buktinya," tulis Arkha Budi di akun Facebook miliknya yang disertai bukti rekaman video.
Video tersebut viral setelah kembali diunggah oleh akun INFO CEGATAN SOLO, tiga hari lalu.
Lanjut Arkha, saat mati mesin, mobil yang dikendarainya sempat diperiksa oleh teknisi resmi Honda Solo Baru. Dan hasilnya memang ditemukan air yang bercampur Pertamax.
"Ini bukti lagi di keluarkan airnya sama teknisi Honda Solo Baru. Mobil baru saya pakai perjalanan dari rumah Palur dan rencana saya mau ke Jogja. Saya isi di SPBU Pucang Sawit. Setelah sampai Solo Baru, mobil terasa bergetar, brebet, brebet, setelah itu mati total, enggak ada tenaga. Apa ini saya berbohong, saya juga enggak mau mobil saya mogok. Logikanya HRV baru turun 4 bulan dari dealer masa mogok," tulisnya lagi.