Selain Sering Mogok, Sopir Bus ALS Disebut Ugal-Ugalan hingga Akhirnya Kecelakaan
Korban Rani sempat mengeluhkan kondisi bus yang sering mogok di jalan. Alhasil penumpang harus menunggu lama sembari kru bus memperbaiki kendaraan.
Duka mendalam dialami keluarga 16 korban meninggal dunia akibat kecelakaan bus ALS-truk tangki di Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan. Bus itu disebut tak laik beroperasi karena sering mogok.
Hambali (56), ayah korban Rani (25) tak mampu menyembunyikan kesedihannya setelah anak, menantu, dan cucunya menjadi korban meninggal dunia dalam insiden itu.
Keluarga kecil ini berencana merantau di Pekanbaru, Riau, untuk menjadi buruh sawit milik keluarganya.
"Keluarga anak merantau ke Riau, ada kebun sawit milik keluarga, mau kerja di sana," ungkap Hambali, Kamis (7/5).
Hambali menyebut ketiga korban berangkat dari Way Toba Asri, Way Kanan, Lampung, Selasa (5/5). Bus ALS yang mereka tumpangi adalah kendaraan pilihan terakhir karena sempat tiga kali gagal berangkat akibat terlambat datang dan kehabisan tiket.
Selama perjalanan, korban Rani terus berkomunikasi dengan keluarga melalui sambungan telepon atau WhatsApp. Sebab, mereka pertama kali berpisah dengan keluarga besarnya.
Bus Sering Mogok
Korban Rani sempat mengeluhkan kondisi bus yang sering mogok di jalan. Alhasil penumpang harus menunggu lama sembari kru bus memperbaiki kendaraan.
"Katanya sering mogok, ada-ada saja kendalanya, jadi sering berhenti," kata Hambali.
Hambali juga dikabarkan anaknya bahwa kedatangan bus di Riau harus tertunda. Dijadwalkan, bus itu tiba di tempat tujuan pada Kamis (7/5) pukul 02.00 WIB.
"Makanya kami kaget dengar bus itu kecelakaan di Musi Rawas Utara kemarin, ternyata baru sampai situ. Mungkin karena sering mogok itu, jadi tidak sesuai jadwal," kata Hambali.
Selain kendaraan sering mogok, korban Rani mengabarkan sopir truk ugal-ugalan. Hal itu mereka takutkan hingga terjadilah kecelakaan.
"Sopirnya ugal-ugalan, anak saya jadi takut," kata Hambali.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya mengatakan, penyelidikan menyeluruh tengah dilakukan penyidik untuk mengungkap penyebab kecelakaan. Pihaknya enggan gegabah mengambil keputusan sebelum melakukan pendalaman.
"Semua kemungkinan akan kita dalami, intinya masih dalam proses penyelidikan," kata Nandang.