Sebelum tewas ditendang ibu, Brayn mengeluh sakit di dada
Sebelum tewas ditendang ibu, Brayn mengeluh sakit di dada. Brayn Aditya Fadhilla (4), mengeluhkan sakit di bagian dadanya. Namun, keluhan tersebut tak dihiraukan ibunya, SK (23)
Sebelum tewas akibat dianiaya ibu kandungnya, Brayn Aditya Fadhilla (4), mengeluhkan sakit di bagian dadanya. Namun, keluhan tersebut tak dihiraukan ibunya, SK (23) yang telah dijadikan tersangka pembunuhan.
Sambil menangis, tersangka SK mengaku menyesali perbuatannys. Dia bersumpah tak ada niat untuk menghabisi nyawa anak semata wayangnya.
"Sumpah nian pak, saya menyesal. Saya kesal sama suami karena berantem terus," ungkap tersangka SK di Mapolresta Palembang, Rabu (23/11).
Dia menuturkan, setelah menganiaya, anaknya mengeluh sakit di dada. Sebab, tendangan tersangka yang cukup keras diarahkan ke dada korban. Tersangka cuek dan hanya menyuruh korban tidur.
"Saya bangunkan tak bangun-bangun, tahunya udah nggak ada lagi, tidak sampai sejam tidurnya," kata dia.
Panik dengan situasi itu, tersangka berangkat ke Polresta Palembang untuk melapor dengan alasan mengalami kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan suaminya. Padahal, suami korban saat kejadian tak ada di rumah karena sedang bekerja sebagai buruh bangunan.
Kini, tersangka SK harus menjalani proses hukum dan terancam pidana selama 20 tahun penjara sesuai dengan undang-undang perlindungan anak. Tersangka juga tak bisa menghadiri prosesi pemakaman anaknya yang telah digelar kemarin siang.
Baca juga:
Kerap ribut dengan suami, alasan SK aniaya anak kandung hingga tewas
AC jadi tersangka penganiaya anak pembantu berdasarkan visum korban
Izin bermain, bocah ditemukan ibunya lagi nangis kondisi telanjang
Majikan aniaya anak pembantu di Yogya dijerat UU Perlindungan Anak
Majikan penganiaya anak pembantu mencoba melarikan diri
Keluarga histeris saat hadiri rekonstruksi pembunuhan bocah Adnan