Satgas MBG Perketat Standar Dapur SPPG Tulungagung Demi Makanan Bergizi Aman
Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Tulungagung terus memantau ketat dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) demi memastikan standar higienis terpenuhi, terutama pasca insiden keracunan. Bagaimana kondisi Dapur SPPG Tulungagung saat ini?
Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, baru-baru ini memaparkan kondisi operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya. Pemaparan ini bertujuan memastikan seluruh dapur memenuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Upaya ini menjadi krusial menyusul insiden dugaan keracunan yang sempat terjadi pada awal tahun.
Anggota Satgas MBG Kabupaten Tulungagung Mamik Hidayah, menjelaskan bahwa hanya dapur-dapur SPPG yang telah mengantongi Sertifikat Laik Higienis Sanitasi (SLHS) yang diizinkan untuk beroperasi. Langkah tegas ini diambil untuk menjamin keamanan dan kualitas makanan yang didistribusikan kepada penerima manfaat program. Saat ini, enam dapur SPPG di Tulungagung masih berstatus ditangguhkan oleh BGN.
Penangguhan operasional tersebut belum dicabut karena keenam dapur tersebut masih dalam proses melengkapi persyaratan administrasi guna memperoleh SLHS. Mamik menambahkan bahwa pengelola dapur harus melengkapi dokumen melalui sistem OSS, sebuah proses yang kini masih berlangsung. Satgas MBG berkomitmen untuk terus melakukan monitoring dan evaluasi berkala terhadap seluruh dapur SPPG.
Pengetatan Standar Higienis untuk Dapur SPPG Tulungagung
Pengetatan standar higienis menjadi fokus utama Satgas MBG di Tulungagung, terutama bagi dapur SPPG yang belum memenuhi kriteria. Sebanyak enam dapur SPPG di Tulungagung masih ditangguhkan operasionalnya oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Penangguhan ini akan terus berlaku hingga semua persyaratan administrasi SLHS terpenuhi.
Untuk mendapatkan SLHS, pengelola dapur SPPG wajib melengkapi berbagai dokumen administrasi. Proses ini dilakukan secara daring melalui sistem Online Single Submission (OSS). Kelengkapan administrasi ini merupakan langkah awal yang fundamental dalam memastikan standar kebersihan dan keamanan pangan.
Sertifikat Laik Higienis Sanitasi (SLHS) adalah jaminan bahwa dapur SPPG telah memenuhi standar kebersihan yang ketat. Penerapan standar ini sangat penting untuk meminimalkan risiko kontaminasi bakteri atau kuman pada makanan Program MBG. Dengan demikian, makanan yang didistribusikan akan lebih higienis dan aman untuk dikonsumsi masyarakat.
Peningkatan Kualitas Operasional Dapur SPPG Pasca Insiden
Satgas MBG Tulungagung secara konsisten melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap dapur SPPG, khususnya setelah kasus dugaan keracunan yang terjadi pada awal tahun. Monev ini bertujuan untuk memastikan perbaikan berkelanjutan dalam operasional dapur. Ini adalah bagian dari komitmen untuk menjaga kualitas Program Makan Bergizi Gratis.
Hasil pemantauan menunjukkan adanya pembenahan signifikan di sebagian besar dapur SPPG. Perbaikan tersebut terutama terlihat pada aspek kebersihan dapur dan prosedur penyajian makanan. Mayoritas dapur kini telah menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat.
Penerapan SOP ini mencakup tata kelola kebersihan dan penyajian makanan yang sistematis. Langkah-langkah ini krusial untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang. Dengan SOP yang baik, risiko kontaminasi dapat ditekan secara efektif.
Data Capaian dan Harapan untuk Dapur SPPG yang Lebih Baik
Data terbaru dari Satgas MBG mencatat bahwa 52 dari total 125 dapur SPPG di Tulungagung telah berhasil mengantongi SLHS. Angka ini menunjukkan progres positif dalam upaya pemenuhan standar higienis. Ini adalah pencapaian penting dalam memastikan kualitas Program Makan Bergizi Gratis.
Sementara itu, 73 dapur SPPG lainnya masih dalam proses melengkapi persyaratan administrasi untuk mendapatkan SLHS. Satgas MBG terus memberikan pendampingan agar proses ini dapat segera diselesaikan. Harapannya, semua dapur dapat segera memenuhi standar yang ditetapkan.
Mamik Hidayah mengungkapkan harapannya agar dengan penerapan SOP yang semakin baik, tidak akan ada lagi kejadian dugaan keracunan MBG di Tulungagung. Peningkatan kualitas ini diharapkan dapat memberikan jaminan gizi yang aman dan optimal bagi penerima manfaat. Ini adalah prioritas utama bagi Satgas MBG.
Sumber: AntaraNews