Saat dokter tangani Mirna, Jessica ikut ngeluh asmanya kambuh
Namun dokter yang menangani tak melihat ada tanda-tanda Jessica mengidap asma.
Sidang kematian Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso kembali digelar di Pengadilan Jakarta Pusat, hari ini. Dokter Umum Emergency Rumah Sakit (RS) Abdi Walyo, Ardianto, menjadi saksi hari ini.
Dalam kesaksiannya, dr Ardianto, menyebut saat Mirna dilarikan ke RS Abdi Waluyo, Jessica juga sempat terlihat. Saat tim dokter sibuk menangani Mirna, Jessica mendadak mengeluh tidak enak badan dan asmanya kambuh.
"Saya dapat laporan dari perawat, temannya Mirna (Jessica) sesak dan ada riwayat asma, lagi di IGD," papar Ardianto, Senin (29/8).
Dilaporkan demikian, Ardianto sempat mendatangi Jessica yang berada di ruang emergency RS Abdi Waluyo. Kemudian, dirinya langsung menanyakan riwayat penyakit yang dimiliki Jessica.
"Saya datang, saya tanya ada riwayat sakit apa? Dia (Jessica) menjawab sakit asma dari mama saya," imbuhnya.
Saat itu, kata dia, memang kondisi Jessica terlihat tersengal-sengal atau sesak napas. Namun, dia sempat merasa janggal karena ciri-ciri penderita asma pada umumnya tidak terlihat.
"Tidak ada suara khas asma, gak ada nyeri dada, fisik baik, saya periksa pakai stetoskop, normal (Jessica) tidak pucat," tandasnya.
Diketahui, sidang lanjutan dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso (27) yang ke-15, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat menghadirkan dua saksi yang menangani Wayan Mirna Salihin (27). Kedua saksi yang turut menangani Mirna di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta Pusat adalah dokter umum emergency, Prima Yudo dan Ardianto.
Baca juga:
Sebelum dicek jantung dan paru, bibir Mirna sudah terlihat biru
Dokter sempat mengira kematian Mirna karena serangan jantung
Dokter sebut kondisi Mirna pucat sekali saat tiba di RS Abdi Waluyo
Saat antar Mirna ke RS, Hani sempat tanya 'saya bisa mati gak dok?'
Denyut jantung Mirna sudah tak ada saat tiba di RS Abdi Waluyo
Kuasa hukum Jessica pertanyakan dokter sebagai saksi ahli di sidang
Ahli sebut terduga pembunuh Mirna meluas jadi 4 orang