Saat antar Mirna ke RS, Hani sempat tanya 'saya bisa mati gak dok?'
Merdeka.com - Sidang kematian Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso kembali digelar di Pengadilan Jakarta Pusat, hari ini. Dokter Umum Emergency Rumah Sakit (RS) Abdi Walyo, Ardianto, menjadi saksi hari ini.
Dalam kesaksiannya, Ardianto menceritakan kejadian tanggal 6 Januari saat Mirna dibawa dari Grand Indonesia ke RS Abdi Wuluyo. Dalam keadaan sekarat, Mirna diantarkan oleh sahabatnya, Juwita Boon alias, yang juga ada di Olivier Kafe, tempat kejadian pertama kali bermula. Saat itu, kata dia, Hani terlihat panik.
"Dia panik dan tanya, saya bisa mati juga enggak dok? Karena dia mengaku minum di gelas yang sama," ucap Ardianto di hadapan Ketua Majelis Hakim, Senin (28/8).
Hani memang sempat mencicipi es kopi bekas Mirna. Sebab, dirinya penasaran apa yang terjadi dalam campuran kopi hingga menyebabkan sahabatnya kejang-kejang.
Ardianto coba menenangkan Hani dengan cara melakukan beberapa pengecekan nadi dan darah di dalam tubuh Hani.
"Saya tidak temukan ada kelainan apa-apa. Kondisinya normal," jelasnya.
Ketika Hani akan pulang, Ardianto juga meresepkan dua obat. Seperti obat penyerap racun dan obat untuk pencahar.
"Saya juga sarankan makan dan minum banyak, supaya detoks alami," terang Ardianto.
Diketahui, sidang lanjutan dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso (27) yang ke-15, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat menghadirkan dua saksi yang menangani Wayan Mirna Salihin (27). Kedua saksi yang turut menangani Mirna di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta Pusat adalah dokter umum emergency, Prima Yudo dan Ardianto.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya