Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dokter sempat mengira kematian Mirna karena serangan jantung

Dokter sempat mengira kematian Mirna karena serangan jantung Sidang Jessica. ©2016 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Dokter Umum Emergency Rumah Sakit (Rs) Abdi Waluyo, Ardianto sempat mengira bahwa I Wayan Mirna Salihin (27) meninggal dikarenakan pembuluh darah kepalanya pecah. Hal tersebut dia perkirakan, karena dirinya pernah menangani pasien dengan kondisi yang serupa.

Dia mengatakan, usai Mirna dinyatakan meninggal secara medis, semua alat yang berada di pada tubuh Mirna langsung di lepas.

"Keluarga saat itu bicara dengan saya, kenapa penyebab kematiannya?" tutur Ardianto di depan Ketua Majelis Hakim Kisworo dalam sidang lanjutan kematian I Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Senin (28/8).

Di jelaskannya, bahwa dia tidak tahu menahu penyebab pasti kematian Mirna. Sebab, banyak kemungkinan-kemungkinan yang dia anggap pada kematian Mirna pada saat itu, seperti serangan jantung, pembuluh darah kepala pecah dan lain sebagainya.

"Saya tawarkan CT-Scan kepada keluarga pasien, karena saya pernah juga tangani pasien pembuluh darah pecah dengan kondisi seperti ini," jelas Ardianto lebih lanjut.

Usai menjalani CT-Scan, ternyata hasil yang ada pada tubuh Mirna dinyatakan normal. Namun, keluarga merasa curiga dan meminta Ardianto untuk mengambil dua sampel cairan dari lambung Mirna.

Diketahui, Sidang lanjutan dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso (27) yang ke-15, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat menghadirkan dua saksi yang menangani Wayan Mirna Salihin (27). Kedua saksi yang turut menangani Mirna di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta Pusat adalah dokter umum emergency, Prima Yudo dan Ardianto.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP