Ribuan Warga Agam Mengungsi Akibat Bencana Tanah Longsor dan Banjir Bandang
Bencana alam berupa tanah longsor dan banjir bandang telah menyebabkan ribuan warga Agam mengungsi. BPBD mencatat 4.000 jiwa terdampak, tersebar di 11 kecamatan di Kabupaten Agam.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mencatat sebanyak 4.000 warga terpaksa mengungsi. Pengungsian ini terjadi akibat bencana alam tanah longsor dan banjir bandang yang melanda wilayah tersebut.
Data terkini per Sabtu (29/11) pukul 20.00 WIB menunjukkan bahwa para pengungsi tersebut tersebar di 11 dari 16 kecamatan yang ada di Kabupaten Agam. Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono, mengonfirmasi angka ini di Lubuk Basung pada Minggu (30/11).
Mereka mengungsi ke berbagai lokasi aman seperti masjid, mushalla, dan rumah saudara, karena rumah mereka terendam banjir, terdampak longsor, atau tertimpa pohon tumbang. Kondisi ini menunjukkan skala dampak bencana yang signifikan terhadap masyarakat setempat.
Sebaran Pengungsi dan Upaya Penanganan
Jumlah warga yang mengungsi akibat bencana di Agam tersebar secara merata di berbagai kecamatan terdampak. Tercatat 167 orang berasal dari Kecamatan Palembayan, 600 orang dari Ampek Nagari, 100 orang dari Palupuh, dan 965 orang dari Tanjung Mutiara.
Selain itu, Kecamatan Tanjung Raya mencatat 1.129 pengungsi, Baso 30 orang, Malalak 135 orang, Banuhampu 10 orang, Matur 300 orang, Ampek Koto 778 orang, dan Lubuk Basung 129 orang. Data ini diperoleh BPBD dari pemerintah nagari atau desa di 11 kecamatan tersebut, memastikan akurasi informasi.
Untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi, terutama makanan, BPBD Agam telah mendirikan 26 dapur umum di lokasi-lokasi pengungsian. Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan logistik dan bantuan pangan bagi warga yang terdampak dan tidak dapat kembali ke rumah mereka.
Dampak Kerusakan dan Korban Jiwa Akibat Bencana
Bencana alam yang melanda Kabupaten Agam tidak hanya menyebabkan pengungsian, tetapi juga menimbulkan kerusakan material yang parah. BPBD Agam melaporkan bahwa bencana berupa tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin kencang telah merusak ratusan unit rumah.
Secara rinci, tercatat 468 unit rumah mengalami rusak ringan, 26 unit rusak sedang, dan 49 unit lainnya rusak berat. Kerusakan ini menunjukkan betapa dahsyatnya dampak bencana terhadap infrastruktur permukiman warga di berbagai wilayah Agam.
Tragisnya, bencana ini juga menelan korban jiwa. Data menunjukkan 85 orang meninggal dunia, dengan sebaran di Kecamatan Malalak (10 orang), Tanjung Raya (empat orang), Matua (satu orang), Palupuh (satu orang), dan Palembayan (55 orang). Selain itu, 78 orang lainnya masih dinyatakan hilang, menambah daftar panjang dampak buruk bencana ini.
Sumber: AntaraNews