Respons Jokowi Soal Heboh Kapal JKW Mahakam dan Dewi Iriana
Jokowi menanggapi santai soal video dua unit kapal tongkang dan tugboat yang diberi nama JKW Mahakam dan Dewi Iriana.
Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) menanggapi santai soal video dua unit kapal tongkang dan tugboat yang diberi nama JKW Mahakam dan Dewi Iriana. Ia merasa senang jika ada kapal dan lainnya ditulis namanya dan menjadi miliknya.
"Ya kalau ada tulisan JKW kemudian diartikan milik saya, seneng banget saya, alhamdulillah punya kapal,” ujar Jokowi saat ditemui di rumahnya, usai Salat Jumat (13/6).
"Nanti ada truk ada tukisannya JKW, oh itu miliknya pak Jokowi, alhamdulillah lagi. Nanti ada pesawat ada tulisannya JKW lagi, alhamdulillah punya pesawat, kaya raya saya," sambungnya.
Mantan Gubernur DKI Jakarta dan Wali Kota Solo mengatakan pihak pemilik sudah melakukan klatifikasi, sehingga persoalan tersebut tidak perlu diributkan lagi.
“Kan sudah ada klarifikasi, ngapain ditanyakan lagi?,” katanya.
Jokowi Tak Terganggu
Jokowi mengaku tidak merasa terganggu dengan munculnya isu tersebut. Apalagi tulisan serupa juga banyak muncul di truk dan kendaraan lainnya.
“Enggak, enggak (merasa terganggu). Wong banyak kok, tulisan di truk juga banyak, saya lihat di bus juga ada, biasa aja, biasa,” tandasnya.
Namun demikian ayah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meminta agar tulisan tulisan tersebut tidak dibelokkan artinya atau bahkan diplintir untuk tujuan yang tidak baik.
“Biasa aja lah biasa. Tapi jangan terus dibelokkan, diplintir yang nggak baik,” pungkasnya.
Kapal JKW Mahakam dan Dewi Iriana membuat heboh. Dua kapal jenis tongkang dan tugboat itu terpotret tengah mengangkut muatan tambang. Praktis, dua nama yang tertulis dikaitkan dengan tokoh tertentu dan disebut-sebut beroperasi di tambang nikel Raja Ampat, Papua.
Terkait kabar tersebut, IMC Pelita Logistik, selaku perusahaan pemilik kapal buka suara. Melalui akun media sosialnya, IMC Pelita Logistik tegaskan nama dua kapal tidak terafiliasi dengan tokoh tertentu. Pun, mereka klaim aktivitas kapal tidak terkait pertambangan.