Rektor USU: Lulusan USU Harus Berkontribusi Nyata dan Adaptif di Era Perubahan Dunia Kerja
Rektor USU Prof. Muryanto Amin menegaskan pentingnya lulusan USU berkontribusi nyata di masyarakat dan beradaptasi dengan dinamika dunia kerja yang terus berubah, dengan fokus pada keterampilan praktis.
Medan – Rektor Universitas Sumatera Utara (USU), Prof. Muryanto Amin, menyampaikan pesan penting kepada 1.586 lulusan baru pada acara wisuda yang diselenggarakan di Medan, Sabtu (9/5). Ia menekankan bahwa lulusan perguruan tinggi tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga harus mampu beradaptasi dan memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Prof. Muryanto Amin mendorong para wisudawan untuk memanfaatkan hasil pendidikan yang telah ditempuh guna memperoleh pekerjaan yang diharapkan atau melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi. Hal ini bertujuan untuk terus meningkatkan kompetensi dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Dengan penambahan 1.586 wisudawan ini, total alumni USU kini mencapai 277.132 orang, menjadikan USU sebagai salah satu perguruan tinggi terbesar di Sumatera. Pencapaian ini menunjukkan komitmen USU dalam menghasilkan lulusan berdaya saing yang siap menghadapi tantangan global.
Pentingnya Kontribusi Nyata dan Adaptasi Lulusan USU
Prof. Muryanto Amin menegaskan bahwa kemampuan untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat adalah indikator keberhasilan pendidikan yang sesungguhnya. Lulusan diharapkan tidak hanya mengandalkan keunggulan akademis, melainkan juga memiliki kepekaan sosial dan kemauan untuk terlibat aktif dalam pembangunan. Pesan ini menjadi pengingat bahwa peran universitas melampaui sekadar pencetakan gelar.
Wisuda kali ini mencakup beragam jenjang pendidikan, mulai dari 34 lulusan Program Doktor hingga 9 lulusan Program Diploma. Selain itu, terdapat 186 lulusan Program Magister, 49 lulusan Program Pendidikan Spesialis, dan 3 lulusan Program Pendidikan Sub-Spesialis. Sebanyak 56 lulusan Program Dokter Jenjang Magister, 353 lulusan Pendidikan Profesi, dan 896 lulusan Program Sarjana juga turut diwisuda, menunjukkan spektrum keilmuan yang luas di USU.
Jumlah alumni USU yang kini mencapai lebih dari seperempat juta orang membuktikan peran strategis kampus ini dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas. Setiap lulusan USU diharapkan dapat menjadi agen perubahan dan inovasi, membawa nama baik almamater serta memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.
Dunia Kerja Berubah, Keterampilan Jadi Kunci Sukses Lulusan USU
Rektor USU juga menyoroti perubahan besar dalam dunia kerja yang menunjukkan bahwa kesuksesan di masa depan tidak selalu ditentukan oleh kondisi awal yang sempurna. Sebaliknya, mereka yang mampu terus belajar, beradaptasi, dan bertumbuh mengikuti perubahan zamanlah yang akan memenangkan persaingan. Ini adalah tantangan sekaligus peluang bagi setiap lulusan USU.
Banyak tokoh dunia yang lahir dari keterbatasan, memulai karier dari bawah, dan menghadapi berbagai tantangan, namun berhasil menjadi inovator. Prof. Muryanto Amin mencontohkan Jensen Huang, pendiri NVIDIA, dan Jan Koum, pendiri WhatsApp, sebagai individu yang mengubah dunia berkat ketekunan belajar dan kemampuan adaptasi. Kisah mereka menjadi inspirasi bagi para wisudawan.
Ketidakpastian akibat perang global dan ketidakstabilan ekonomi dunia turut mengubah cara perusahaan menilai tenaga kerja. Perusahaan tidak lagi hanya mencari pekerja dengan latar belakang pendidikan formal yang mumpuni. Mereka kini lebih mengutamakan individu yang memiliki keterampilan relevan dan mampu beradaptasi dengan cepat terhadap dinamika pasar.
Fenomena Skill-Based Hiring dan Keterampilan Relevan untuk Lulusan USU
Perusahaan saat ini lebih menekankan pada keterampilan praktis, pengalaman kerja, portofolio, sertifikasi, kemampuan teknologi, dan kemampuan pemecahan masalah. Hal ini menunjukkan bahwa ijazah akademik semata tidak lagi menjadi satu-satunya penentu keberhasilan dalam mencari pekerjaan. Lulusan USU perlu mempersiapkan diri dengan bekal yang lebih komprehensif.
Fenomena ini dikenal sebagai skill-based hiring, yaitu sistem rekrutmen yang lebih berfokus pada kemampuan nyata tenaga kerja. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan untuk mengidentifikasi kandidat yang benar-benar memiliki keahlian yang dibutuhkan, terlepas dari latar belakang pendidikan formal mereka. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan non-akademis menjadi sangat krusial.
Untuk itu, para lulusan USU harus proaktif dalam mengembangkan diri, baik melalui kursus tambahan, magang, maupun proyek-proyek yang mengasah keterampilan praktis. Kemampuan beradaptasi dengan teknologi baru dan memecahkan masalah kompleks akan menjadi nilai tambah yang signifikan di mata para perekrut. Ini adalah investasi penting untuk masa depan karier.
Sumber: AntaraNews