Puluhan Pelajar di Lombok Tengah Keracunan Usai Konsumsi Susu Program MBG
Dinas Kesehatan Lombok Tengah mengamankan sampel susu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menyebabkan puluhan pelajar di Desa Darmaji mengalami keracunan massal, memicu penyelidikan lebih lanjut.
Puluhan pelajar di Desa Darmaji, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi susu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Insiden ini terjadi pada Sabtu, 17 Januari, melibatkan siswa dari SDN 1 Darmaji dan Madrasah Ibtidaiyah Hidayatuslohin. Para korban menunjukkan gejala seperti mual, pusing, dan perut mules usai mengonsumsi minuman tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah, Suardi, mengonfirmasi bahwa total 38 pelajar menjadi korban dalam kejadian ini. Mereka segera dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Pihak berwenang telah mengambil langkah cepat untuk menangani situasi darurat ini dan memastikan keselamatan para siswa.
Dugaan awal mengarah pada susu yang merupakan salah satu menu dalam program MBG sebagai penyebab keracunan. Untuk memastikan penyebab pasti, sampel susu telah diamankan dan akan menjalani uji laboratorium. Penyelidikan mendalam sedang dilakukan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.
Penanganan Cepat Korban Keracunan MBG Lombok Tengah
Setelah mengonsumsi susu program MBG, para pelajar yang mengalami gejala keracunan segera mendapatkan penanganan medis. Mereka dilarikan ke Puskesmas Muncang dan Puskesmas Pengadang untuk penanganan darurat. Tim medis di kedua fasilitas kesehatan tersebut memberikan pertolongan pertama secara sigap kepada para korban.
Dari total 38 korban, 12 orang di Puskesmas Muncang menjalani rawat jalan, sementara dua orang lainnya memerlukan rawat inap. Di Puskesmas Pengadang, seluruh 24 korban hanya memerlukan rawat jalan dan tidak ada yang dirawat inap. Kondisi para korban dilaporkan stabil, meskipun mengalami mual, pusing, dan perut melilit.
Lalu Setiawan, dari Tim Satgas MBG Kabupaten Lombok Tengah, menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dalam penanganan insiden ini. Mayoritas korban telah diizinkan pulang, dengan hanya dua orang yang masih dalam perawatan intensif di rumah sakit. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa keracunan MBG ini.
Investigasi dan Uji Laboratorium Sampel Susu MBG
Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah telah mengambil langkah proaktif dengan mengamankan sampel susu yang diduga menjadi penyebab keracunan. Sampel tersebut akan segera diuji di laboratorium untuk mengetahui kandungan dan penyebab pasti keracunan. Proses uji lab ini krusial untuk mengungkap akar masalah dari insiden keracunan MBG.
Kepala Dinas Kesehatan Suardi menegaskan pentingnya uji laboratorium untuk memastikan keamanan pangan dalam program MBG. Hasil uji ini diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai kualitas susu yang diberikan kepada para pelajar. Pihak berwenang berkomitmen untuk transparan dalam setiap tahapan investigasi.
Koordinasi antara Tim Satgas MBG dan Dinas Kesehatan terus berjalan intensif. Langkah-langkah pencegahan akan segera dirumuskan berdasarkan temuan dari investigasi. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan dengan aman dan memberikan manfaat maksimal bagi kesehatan pelajar di Lombok Tengah.
Sumber: AntaraNews