PSN Wanam Dinilai Tetap Strategis untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut diproyeksikan tidak hanya mendukung target swasembada beras, tetapi juga membuka lapangan kerja baru.
Program cetak sawah di Wanam, Merauke, Papua Selatan, dinilai tetap penting dilanjutkan sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian dan ketahanan pangan nasional. Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut diproyeksikan tidak hanya mendukung target swasembada beras, tetapi juga membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat desa, hingga mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang sebelumnya belum produktif.
Direktur Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan menilai kebijakan pengembangan kawasan pangan di Wanam merupakan langkah visioner di tengah meningkatnya tantangan pangan global.
"Menurut saya kebijakan PSN Wanam ini cukup visioner, karena ke depan negara global pun akan fokus dengan isu pangan mereka masing-masing. Karena, kalau isunya malah Indonesia defisit pangan, itu lebih bahaya lagi,” ujar Iwan, Selasa (19/5/2026).
Memperkuat Fondasi Ketahanan Pangan Nasional
Menurut dia, proyeksi program cetak sawah Wanam difokuskan untuk memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional dalam jangka panjang. Selain mengejar target swasembada beras, proyek tersebut juga diyakini dapat menghadirkan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan petani yang diperkirakan mencapai 20 hingga 30 persen.
Ia juga menilai berbagai aspek lingkungan dalam proyek tersebut telah melalui mekanisme kajian dan aturan yang berlaku.
“Mengenai lingkungan dan hutan, pemerintah pasti sudah memiliki kajian dan mengikuti aturan perundang-undangan yang berlaku,” katanya.
Demokrasi
Iwan turut menanggapi munculnya kritik terhadap proyek pangan di Papua Selatan yang belakangan dikaitkan dengan film dokumenter “Pesta Babi” karya Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale. Menurutnya, kritik maupun ekspresi kreatif merupakan bagian dari demokrasi, selama tidak diarahkan untuk kepentingan politik tertentu.
“Soal kritik di film Pesta Babi itu ya hak demokrasi menyatakan pendapat dalam bentuk kreativitas film. Yang salah adalah jika hal tersebut dilakukan dengan tujuan delegitimasi dan agenda politik terselubung,” tegasnya.
Ia menambahkan, lokasi yang digambarkan dalam film tersebut disebut bukan bagian dari kawasan PSN Wanam yang saat ini dikembangkan sebagai area cetak sawah baru seluas satu juta hektare.
Di sisi lain, proyek PSN Wanam disebut terus menunjukkan perkembangan signifikan. Sejumlah fasilitas penunjang utama dilaporkan telah rampung, termasuk area jetty multipurpose dan pembangkit tenaga surya atau solar cell yang mencapai progres 100 persen.
Dirasakan Masyarakat Setempat
Sementara pembangunan tangki HSD berkapasitas 5.000 metrik ton telah mencapai 97 persen dan warehouse multipurpose sekitar 88 persen.
Kehadiran proyek tersebut juga mulai dirasakan masyarakat setempat. Salah seorang warga Papua Selatan, Tarsan Balagaize, mengaku pembangunan yang masuk hingga ke kampung dan dusun membawa harapan baru bagi kehidupan masyarakat lokal.
“Kami harus bersyukur karena kapan lagi kami harus bisa menerima itu? Bukan karena kita saja yang bisa menikmati, tapi sampai kami punya anak-cucu,” ujarnya.
Menurut dia, program pembangunan dari pemerintah pusat berpotensi membuka peluang ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.
Wanam sendiri diproyeksikan menjadi pusat Cadangan Pangan Nasional melalui pembangunan ekosistem pertanian terintegrasi yang mencakup jaringan irigasi, industri biodiesel, hingga penguatan konektivitas kawasan. Proyek yang dikerjakan Jhonlin Group tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam menghadapi tantangan pangan dan ekonomi global di masa mendatang.