Pramono Anung Mengaku KPK Ingatkan Ada Kasus Korupsi di Jakarta yang Masih Mengendap
Pramono Anung mengaku diingatkan oleh pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal beberapa kasus korupsi yang belum selesai.
Gubernur Jakarta Pramono Anung mengaku diingatkan oleh pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal beberapa kasus korupsi yang belum selesai. Informasi itu terungkap saat Pramono melakukan audiensi dengan pimpinan KPK hari ini.
"Tadi diingatkan beberapa kasus (korupsi) lama yang belum selesai, tentunya itu menjadi catatan," ungkap Pramono di Gedung KPK, Senin (24/3).
Pramono menyatakan siap membantu penyidik KPK mengusut sejumlah kasus korupsi yang tersebut. Namun dirinya belum merincikan kasus-kasus apa saja yang dimaksudkannya karena bersifat tertutup.
"Kalau memang kasus itu belum berhenti tentunya pemerintah Jakarta juga mempersiapkan diri untuk itu," ujar dia.
Pramono Siap Bantu Pengusutan
Namun beberapa kasus korupsi tersebut terjadi sebelum Pramono menjabat sebagai orang nomor 1 di Jakarta itu. Akan tetapi, dia menegaskan akan turut bertanggungjawab atas kasus rasuah itu.
"Tetapi apapun karena saya sudah menjadi Gubernur DKI Jakarta, itu juga menjadi tanggung jawab saya," katanya.
Mantan Seskab itu berharap bisa lebih menata sistem pemerintahan di masa kepemimpinannya dan transparan.
Sementara itu, Tim Juru Bicara (Jubir) KPK, Budi Prasetyo mengatakan kedatangan Pramono ingin berdiskusi dengan para pimpinan KPK. Mereka hendak membahas soal pencegahan rasuah yang ada di Jakarta.
"Hari ini ada kegiatan koordinasi supervisi. Diantaranya untuk membahas program pencegahan korupsi di wilayah Jakarta," ucap Budi.