Prabowo Soroti Akses Pupuk dan Stok Beras, Tegaskan Kemajuan Ketahanan Pangan Nasional
Presiden Prabowo Subianto menyoroti kemajuan signifikan dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional, dengan fokus pada peningkatan akses pupuk dan rekor stok beras tertinggi.
Presiden Prabowo Subianto menyoroti kemajuan signifikan Indonesia dalam upaya mewujudkan kemandirian pangan di bawah pemerintahannya. Hal ini ditandai dengan peningkatan akses terhadap pupuk dan rekor stok beras nasional yang melimpah.
Dalam pidato yang disiarkan oleh Sekretariat Presiden di Jakarta, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah. Ia menyatakan bahwa aksesibilitas pupuk bagi petani menjadi inti dari agenda ketahanan pangan nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri peringatan satu abad Nahdlatul Ulama di Malang, Jawa Timur, pada Minggu. Ia menekankan bahwa pemerintah telah berhasil memastikan ketersediaan pupuk yang cukup dan harga yang lebih rendah bagi petani.
Memastikan Akses Pupuk dan Harga Terjangkau bagi Petani
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa salah satu prioritas utama pemerintahannya adalah memastikan ketersediaan pupuk bagi seluruh petani. Ia menyatakan bahwa langkah ini merupakan fondasi penting untuk mencapai ketahanan pangan.
Segera setelah menjabat, pemerintah telah mengambil tindakan konkret untuk memastikan pupuk dapat dijangkau oleh petani dalam jumlah yang memadai dan dengan harga yang lebih rendah. Komitmen ini membuktikan keseriusan pemerintah dalam mendukung sektor pertanian.
Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan mengurangi beban biaya produksi bagi petani. Dengan demikian, stabilitas pasokan pangan nasional dapat terjaga dan terus meningkat.
Rekor Stok Beras Nasional dan Target Swasembada Pangan
Selain fokus pada pupuk, Presiden Prabowo juga menyoroti pencapaian historis di sektor pangan, khususnya terkait stok beras nasional. Ia menyebutkan bahwa cadangan beras Indonesia saat ini berada pada level tertinggi yang pernah tercatat sejak berdirinya negara.
Pemerintah kini menyimpan beras dalam jumlah besar di gudang-gudang di seluruh negeri, sebuah tren positif yang diatribusikan pada manajemen urusan pangan yang efektif. Ini menunjukkan keberhasilan dalam menjaga ketersediaan pangan pokok bagi masyarakat.
Prabowo menambahkan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pangan per 31 Desember 2025. Pemerintah optimis untuk segera memperluas kemandirian ini ke pasokan jagung.
“Insya Allah, bangsa ini akan mencapai swasembada pangan total dalam tiga tahun ke depan,” ujar Prabowo. Pernyataan ini menunjukkan visi jangka panjang pemerintah untuk memastikan kemandirian pangan yang berkelanjutan.
Program Makanan Bergizi Gratis dan Keterjangkauan Pangan
Kepala negara juga berjanji untuk mengambil langkah-langkah guna membuat berbagai komoditas pangan lebih terjangkau bagi seluruh warga. Ini akan dilakukan melalui penguatan produksi domestik dan pengejaran distribusi yang efisien.
Prabowo turut menyoroti program Makanan Bergizi Gratis sebagai salah satu inisiatif utamanya. Program ini telah melayani lebih dari 60 juta orang di seluruh Indonesia sejak diluncurkan pada 6 Januari tahun lalu.
“Kami mampu memberi makan 60 juta anak-anak, ibu-ibu, dan warga lanjut usia, dan tujuan saya adalah memperluas program ini hingga 82,3 juta orang yang membutuhkan pada akhir tahun 2026,” jelasnya.
Inisiatif ini tidak hanya bertujuan mengatasi masalah gizi, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Program ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah terhadap kesejahteraan rakyat.
Sumber: AntaraNews