Prabowo Sebut Indonesia Bisa Jadi Negara Makmur dan Adil, Asalkan Syarat Ini Dilakukan
Para pendiri bangsa telah merumuskan konsep pengelolaan ekonomi nasional berdasarkan pengalaman panjang penjajahan dan eksploitasi sumber daya.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia bisa menjadi negara makmur dan adil, apabila menjalankan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
Hal tersebut disampaikannya dalam pidato perdana pada Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 terkait penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027 di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
“Cetak biru itu dituangkan dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945. Pasal 33 dengan jelas menjabarkan sistem perekonomian yang harusnya kita jalankan sebagai bangsa,” ujar Prabowo.
Para pendiri bangsa, kata dia, telah merumuskan konsep pengelolaan ekonomi nasional berdasarkan pengalaman panjang penjajahan dan eksploitasi sumber daya Nusantara oleh bangsa asing.
Mereka pun memahami bahwa kekayaan Indonesia selama ratusan tahun diambil oleh negara-negara penjajah untuk memperkaya diri mereka sendiri.
Kepala Negara lantas menyinggung bagaimana Belanda sempat memiliki produk domestik bruto (PDB) per kapita tertinggi di dunia selama ratusan tahun. Itu terjadi karena mereka menguasai wilayah Nusantara.
“Kenapa? Karena mereka menguasai Nusantara kita. Karena mereka menguasai wilayah yang sekarang adalah Republik Indonesia,” ujarnya.
Jangan Asing Lagi
Prabowo kemudian mengajak seluruh elite nasional untuk menghadapi berbagai tantangan agar tidak kembali mengalami eksploitasi ekonomi oleh kekuatan asing.
"Ada suatu adagium bahwa mereka yang tidak belajar dari sejarah akan dihukum oleh sejarah,” katanya.
“Saya ingin pertegas hari ini keyakinan saya bahwa apabila kita menjalankan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 dengan baik, kita jalankan dengan murni dan konsekuen, negara kita akan memiliki sumber daya yang cukup untuk menjamin Indonesia sungguh-sungguh menjadi negara yang makmur dan adil,” pungkas Prabowo.