Prabowo Kenalkan Konglomerat AS Ray Dalio ke Pengusaha Indonesia, Minta Masukan untuk Ekonomi Indonesia
Prabowo meminta Ray Dalio memberikam nasihat kritis serta masukan kepada Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan sejumlah pengusaha besar Indonesia ke Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (7/3). Dia memperkenalkan investor sekaligus miliarder asal Amerika Serikat (AS), Raymond Thomas Dalio atau Ray Dalio kepada para pengusaha.
Prabowo menyampaikan bahwa dirinya baru saja meluncurkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara). Prabowo meminta Ray Dalio memberikam nasihat kritis serta masukan kepada Indonesia.
"Saya rasa kami memang memerlukan nasihat-nasihat yang kritis ini saya rasa kuncinya untuk bisa bagaimana kemajuan di dunia ini bisa selalu kami cari dan di mana kami selalu memerlukan nasihat-nasihat kritis dan juga keberanian untuk belajar dari satu sama lain. Saya rasa inilah kuncinya," jelas Prabowo dalam pidato pembukanya.
Masukan untuk Indonesia
Dia merasa senang dengan kehadiran Ray Dalio di Indonesia. Terlebih, kata dia, Ray Dalio memiliki banyak pengalamam terkait kondisi ekonomi global.
"Saya baru saja menjelaskan bagaimana kami sangat beruntung bisa anda hadir di sini dengan pengalaman-pengalaman anda dengan berbagai pengalaman yang sangat jelas dan luas di Ekonomi global dengan berbagai pengalaman di Asia, di Timur Tengah dan di dunia," tutur Prabowo.
"Serta kami sangat beruntung dengan anda hadir di sini sebagai seorang sahabat, dan kami selalu ingin untuk bisa berinteraksi dengan anda," sambung dia
Ray Dalio duduk diapit Prabowo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Dia juga duduk satu meja dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Sementara itu, pengusaha yang hadir antara lain Andi Syamsuddin Arsyad (Haji Isam), Sugianto Kusuma (Aguan), Anthony Salim, Boy Thohir, Anindya Bakrie, Chairul Tanjung (CT), James Riady, Hilmi Panigoro. Lalu, Franky Oesman Widjaja, Prajogo Pangestu, dan Tomy Winata.