Prabowo Ingin Hapus Kuota Impor, Anggota DPR Usulkan Penerapan Tarif untuk Jaga Pasar
DPR mendukung rencana Presiden Prabowo Subianto untuk menghilangkan kuota impor
Anggota Komisi VI DPR RI, Firnando Hadityo Ganinduto mendukung rencana Presiden Prabowo Subianto untuk menghilangkan kuota impor, yang selama ini ditenggarai menjadi permainan para pencari fee impor.
"Menurut saya keputusan presiden untuk membuka impor itu bagus, ada efek bagusnya," kata Firnando dalam keterangannya, Kamis (10/6).
Namun, dia menekankan dalam pengimplementasian kebijakan tersebut, pemerintah perlu melakukan kajian pada dampak dari pembukaan keran impor untuk komoditas yang diproduksi oleh masyarakat Indonesia sendiri atau produk asli.
"Pemerintah arus memperhatikan komoditas-komoditas apa saja yang bisa dibebaskan. Karena ada komoditas-komoditas yang kita produksi dalam negeri, kalau kita kebanjiran impor, itu juga tidak baik juga," ungkapnya.
Demi menjaga pasar lokal, dia mengusulkan ada upaya pemerintah untuk melakukan pembatasan atas beberapa komoditas tertentu. Salah satuya dengan menerapkan tarif.
"Menurut saya cara yang terbaik, adalah dengan penetapan tarif. Saya rasa itu bisa menjadi solusi terbaik untuk komoditas-komoditas di Indonesia. Karena dengan adanya tarif itu, kita semua bisa terbuka, bisa transparan, jadi akan menjadi baik juga bagi pemerintah Indonesia," pungkasnya.
Wacana Hapus Kuota Impor
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan keinginannya untuk menghapus pembatasan kuota impor terhadap komoditas yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak, seperti pangan.
"Justru itu yang kita harapkan nanti dengan kepentingan hulu dan hilir itu yang nanti harus seimbang. Jadi nanti manakala itu untuk kepentingan hulu, untuk kepentingan industri, kepentingan produksi dalam negeri itu yang harus dipertimbangkan, dihitung betul-betul," jelas dia.