LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Prabowo Ingin Hapus Kuota Impor, Anggota DPR Usulkan Penerapan Tarif untuk Jaga Pasar

DPR mendukung rencana Presiden Prabowo Subianto untuk menghilangkan kuota impor

Kamis, 10 Apr 2025 22:54:37
impor
Anggota Komisi VI DPR Firnando Hadityo Ganinduto (merdeka.com)
Advertisement

Anggota Komisi VI DPR RI, Firnando Hadityo Ganinduto mendukung rencana Presiden Prabowo Subianto untuk menghilangkan kuota impor, yang selama ini ditenggarai menjadi permainan para pencari fee impor.

"Menurut saya keputusan presiden untuk membuka impor itu bagus, ada efek bagusnya," kata Firnando dalam keterangannya, Kamis (10/6).

Namun, dia menekankan dalam pengimplementasian kebijakan tersebut, pemerintah perlu melakukan kajian pada dampak dari pembukaan keran impor untuk komoditas yang diproduksi oleh masyarakat Indonesia sendiri atau produk asli.

"Pemerintah arus memperhatikan komoditas-komoditas apa saja yang bisa dibebaskan. Karena ada komoditas-komoditas yang kita produksi dalam negeri, kalau kita kebanjiran impor, itu juga tidak baik juga," ungkapnya.

Advertisement

Demi menjaga pasar lokal, dia mengusulkan ada upaya pemerintah untuk melakukan pembatasan atas beberapa komoditas tertentu. Salah satuya dengan menerapkan tarif.

"Menurut saya cara yang terbaik, adalah dengan penetapan tarif. Saya rasa itu bisa menjadi solusi terbaik untuk komoditas-komoditas di Indonesia. Karena dengan adanya tarif itu, kita semua bisa terbuka, bisa transparan, jadi akan menjadi baik juga bagi pemerintah Indonesia," pungkasnya.

Advertisement

Wacana Hapus Kuota Impor

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan keinginannya untuk menghapus pembatasan kuota impor terhadap komoditas yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak, seperti pangan.

Advertisement

"Justru itu yang kita harapkan nanti dengan kepentingan hulu dan hilir itu yang nanti harus seimbang. Jadi nanti manakala itu untuk kepentingan hulu, untuk kepentingan industri, kepentingan produksi dalam negeri itu yang harus dipertimbangkan, dihitung betul-betul," jelas dia.

Berita Terbaru
  • Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Prinsip 5T untuk Pengelolaan Dana Otsus Papua
  • Program Desa Berdaya NTB: Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Lokal
  • Kolaborasi Pelabuhan Indonesia-Malaysia Perkuat Konektivitas Perdagangan Regional
  • KJRI Penang Dorong Kolaborasi BNCT-Malaysia Perkuat Konektivitas Perdagangan Regional
  • The Overtunes Guncang Panggung Java Jazz 2026, Perkenalkan Lagu Baru Setelah Vakum
  • berita update
  • impor
  • kuota impor
Artikel ini ditulis oleh
Editor Raynaldo Ghiffari Lubabah
R
Reporter Raynaldo Ghiffari Lubabah
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.