PPIH Ingatkan Kewaspadaan Kesehatan Jamaah Haji Usai Tiba di Tanah Air
PPIH Debarkasi Medan imbau kewaspadaan kesehatan jamaah haji asal Sumatera Utara terhadap potensi penyakit usai tiba di tanah air. Pentingnya pemantauan mandiri dan segera periksa jika bergejala.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Medan mengeluarkan imbauan penting bagi ribuan jamaah haji asal Sumatera Utara yang telah kembali ke tanah air. Mereka diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai gejala penyakit. Imbauan ini disampaikan guna menjaga kesehatan para jamaah setelah menunaikan ibadah haji.
Dr. Zulfan Anshori dari Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Medan menekankan pentingnya pemantauan kesehatan secara mandiri. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi munculnya penyakit pasca-perjalanan panjang dari Tanah Suci. Langkah proaktif ini diharapkan dapat meminimalkan risiko penularan.
Proses pemulangan jamaah haji Sumatera Utara melalui Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang telah berlangsung sejak 2 Juni hingga 21 Juni 2026. Sebanyak 5.967 jamaah akan kembali ke daerah asal mereka. Imbauan kewaspadaan kesehatan ini menjadi prioritas utama.
Deteksi Dini Gejala Penyakit Pasca Haji
Petugas Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Medan, dr. Zulfan Anshori, secara spesifik menyebutkan tujuh gejala penyakit utama yang harus diwaspadai oleh para jamaah haji. Gejala tersebut meliputi demam, batuk, pilek, sesak napas, nyeri tenggorokan, mual dan muntah, serta diare.
Apabila jamaah mengalami indikasi salah satu atau beberapa gejala tersebut, sangat dianjurkan untuk segera memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat. Langkah ini krusial untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Pentingnya membawa Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jamaah Haji (K3JH) saat berobat juga ditekankan. Kartu ini akan membantu tenaga kesehatan dalam melakukan diagnosis dan penanganan yang lebih cepat dan tepat. Informasi riwayat perjalanan haji juga harus disampaikan kepada petugas medis agar pelayanan optimal bisa diberikan.
Pemantauan mandiri terhadap gejala penyakit juga harus dilakukan selama 21 hari setelah tiba di Indonesia. Periode ini dianggap kritis untuk mengidentifikasi potensi infeksi yang mungkin dibawa dari perjalanan ibadah haji. Kewaspadaan kesehatan jamaah haji menjadi kunci utama.
Pola Hidup Sehat dan Pencegahan Penularan
Selain deteksi dini, PPIH Debarkasi Medan juga mengimbau agar jamaah haji tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) secara konsisten. Konsumsi makanan bergizi seimbang dan istirahat yang cukup sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh tetap prima setelah perjalanan yang melelahkan.
Penggunaan masker juga disarankan, terutama jika jamaah mengalami gejala gangguan kesehatan seperti batuk atau pilek. Tindakan ini tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga mencegah penularan kepada anggota keluarga dan masyarakat sekitar. Ini adalah bagian dari upaya menjaga kewaspadaan kesehatan jamaah haji.
Data PPIH Debarkasi Medan mencatat total 5.967 jamaah haji asal Sumatera Utara akan menjalani fase pemulangan. Mereka tiba secara bertahap melalui Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang dari tanggal 2 hingga 21 Juni 2026. Setiap kloter yang tiba mendapatkan sosialisasi mengenai pentingnya kewaspadaan ini.
Salah satu kloter yang telah tiba adalah Kloter 06 Debarkasi Medan, yang terdiri dari 358 haji. Mereka berasal dari berbagai kabupaten/kota di Sumatera Utara, termasuk Mandailing Natal, Toba, Nias Selatan, Nias Utara, dan Medan. Sayangnya, satu jamaah dari kloter ini, Isron bin Baitul Nasution dari Mandailing Natal, dilaporkan wafat di Arab Saudi pada 27 Mei akibat sakit.
Sumber: AntaraNews