Polres Purbalingga Gelar Trauma Healing dan Layanan Kesehatan Gratis untuk Korban Banjir Bandang
Polres Purbalingga bergerak cepat memberikan dukungan psikologis melalui trauma healing dan pelayanan kesehatan gratis bagi anak-anak serta warga terdampak banjir bandang di Karangreja dan Mrebet.
Kepolisian Resor (Polres) Purbalingga menunjukkan kepeduliannya dengan mendampingi anak-anak dan warga yang menjadi korban banjir bandang di Kecamatan Karangreja dan Mrebet, Jawa Tengah. Pendampingan ini dilakukan melalui kegiatan pemulihan trauma atau trauma healing serta pelayanan kesehatan gratis. Inisiatif ini bertujuan untuk membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana alam yang melanda wilayah tersebut.
Tim trauma healing diterjunkan untuk memberikan dukungan psikologis kepada para korban, khususnya anak-anak, agar mereka dapat kembali bersemangat dan tidak larut dalam trauma. Petugas membagikan susu dan makanan ringan, serta mengajak berkomunikasi dan melakukan aktivitas menyenangkan. Kehadiran tim ini diharapkan menciptakan rasa aman dan nyaman di tengah masa sulit pascabencana.
Selain itu, Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polres Purbalingga juga menyelenggarakan pelayanan kesehatan gratis di lokasi bencana. Layanan ini mencakup pemeriksaan kesehatan, konsultasi, serta pemberian obat-obatan dan vitamin. Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap kondisi kesehatan masyarakat terdampak bencana.
Dukungan Psikologis Melalui Trauma Healing Polres Purbalingga
Polres Purbalingga menerjunkan tim khusus untuk melakukan trauma healing bagi anak-anak dan warga korban banjir bandang. Inspektur Polisi Satu Dwi Arto, Pelaksana Tugas Kepala Seksi Humas Polres Purbalingga, menyatakan bahwa dukungan psikologis ini sangat penting untuk membantu pemulihan mental. Tujuannya adalah agar mereka tetap semangat dan tidak larut dalam trauma pascabencana.
Dalam kegiatan trauma healing, petugas berinteraksi langsung dengan anak-anak, membagikan susu dan makanan ringan. Mereka juga mengajak anak-anak berkomunikasi dan melakukan berbagai aktivitas menyenangkan. Pendekatan ini dirancang untuk mengurangi dampak psikologis yang mungkin timbul akibat bencana alam.
Kehadiran tim pemulihan trauma ini juga bertujuan untuk menciptakan rasa aman dan nyaman di tengah masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit setelah terjadinya bencana alam. Harapannya, kegiatan ini dapat membantu menghilangkan rasa takut dan trauma yang dirasakan warga, khususnya anak-anak.
Pelayanan Kesehatan Gratis dari Dokkes Polres Purbalingga
Selain dukungan psikologis, Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polres Purbalingga turut aktif memberikan pelayanan kesehatan gratis di lokasi bencana. Tim Dokkes melakukan pemeriksaan kesehatan langsung kepada warga di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, serta Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet.
Layanan kesehatan gratis ini meliputi pemeriksaan tekanan darah, suhu tubuh, konsultasi kesehatan, serta pemberian obat-obatan dan vitamin. Inisiatif ini merupakan bentuk kepedulian Polri untuk memastikan kondisi kesehatan warga terdampak bencana dapat terus terpantau.
Iptu Dwi Arto menegaskan bahwa pelayanan kesehatan gratis ini akan terus diberikan selama masa tanggap bencana. Ia mengimbau warga untuk memanfaatkan layanan tersebut guna memeriksa kondisi kesehatannya. Hal ini menunjukkan komitmen Polres Purbalingga dalam membantu masyarakat selama masa pemulihan.
Dampak Parah Banjir Bandang di Purbalingga
Banjir bandang yang melanda Kecamatan Karangreja dan Mrebet terjadi pada Jumat (23/1) malam hingga Sabtu (24/1) dini hari. Bencana ini dipicu oleh intensitas hujan tinggi di wilayah lereng Gunung Slamet, menyebabkan kerusakan signifikan di beberapa desa.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga menunjukkan dampak yang luas. Di Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, tujuh rumah hanyut, tiga rumah rusak berat, dan 78 rumah terdampak luapan banjir. Puluhan hewan ternak mati, dua jembatan terputus, serta tujuh sepeda motor dan dua mobil hilang terbawa arus.
Dusun Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, juga mengalami kerusakan serius, dengan 29 rumah rusak ringan dan 60 hektare lahan pertanian gagal panen. Selain itu, 1.000 sak pupuk dan alat pertanian hilang, tiga sepeda motor hanyut, akses jalan kabupaten tertutup material longsor sepanjang 12 meter, serta jembatan penghubung Kutabawa-Clekatakan ambruk.
Sementara di Dusun Kaliurip, Desa Serang, Kecamatan Karangreja, terdapat sebanyak enam rumah roboh hingga rata dengan tanah, 36 rumah rusak berat, dan sekitar 500 jiwa mengungsi. Sedangkan di Dusun Gunung Malang, Desa Serang, terdapat 12 rumah rusak berat, enam rumah terancam longsor, dua jalan kabupaten terputus, serta dua jembatan rusak.
Sumber: AntaraNews