Polda Kalsel Perluas Jangkauan Program Makan Bergizi Gratis, Targetkan Puluhan Ribu Penerima Manfaat
Polda Kalsel terus memperluas Program Makan Bergizi Gratis bagi ribuan pelajar di Kalimantan Selatan. Simak bagaimana program ini berkembang pesat dan target ambisius di tahun 2026!
Polda Kalsel Gelar Program Makan Bergizi Gratis untuk Ribuan Pelajar
Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini telah melayani sebanyak 12.761 penerima manfaat yang tersebar di 7 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). SPPG ini dikelola secara kolaboratif oleh Polri bersama Yayasan Kemala Bhayangkari, memastikan distribusi makanan bergizi tepat sasaran.
Inisiatif mulia ini bertujuan untuk memastikan anak-anak, khususnya para pelajar, mendapatkan asupan gizi yang cukup untuk mendukung tumbuh kembang dan proses belajar mereka. Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menegaskan bahwa jumlah penerima manfaat MBG terus bertambah seiring dengan peningkatan kapasitas produksi dapur SPPG yang ada. Hal ini menunjukkan efektivitas dan keberlanjutan program di lapangan.
Program MBG ini merupakan bagian integral dari dukungan Polda Kalsel terhadap Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada peningkatan kualitas SDM. Dengan menyediakan makanan bergizi, diharapkan dapat tercipta generasi muda yang lebih sehat, cerdas, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Fokus utama program ini adalah pada pelajar, yang merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan bangsa.
Perkembangan dan Jangkauan Program Makan Bergizi Gratis Polda Kalsel
Polda Kalsel memulai operasional SPPG sejak 26 Agustus 2025 dengan kapasitas awal 1.700 porsi makanan setiap hari. Sejak saat itu, program ini terus menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam jangkauan dan jumlah penerima manfaat. Peningkatan kapasitas produksi dapur SPPG menjadi kunci utama dalam mengakomodasi bertambahnya kebutuhan akan makanan bergizi di berbagai wilayah.
Hingga saat ini, sebanyak 13 sekolah di Kota Banjarbaru telah menjadi penerima manfaat rutin program ini, dengan total 3.067 porsi MBG didistribusikan setiap harinya dari SPPG yang berlokasi di Jalan Salak Timur, Kelurahan Guntung Paikat, Kota Banjarbaru. Ini menunjukkan fokus awal program pada wilayah perkotaan yang padat penduduk.
Tidak hanya di ibu kota provinsi, jangkauan program MBG juga telah meluas ke beberapa satuan wilayah jajaran Polda Kalsel. Polres Tanah Bumbu, Polres Tanah Laut, Polres Banjarbaru, Polres Banjar, Polres Balangan, dan Polres Hulu Sungai Selatan adalah beberapa di antaranya yang telah memiliki SPPG. Perluasan ini mencerminkan upaya sistematis untuk menjangkau lebih banyak anak-anak di seluruh Kalimantan Selatan.
Target Ambisius dan Dukungan Penuh Polda Kalsel
Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan mengungkapkan target ambisius untuk tahun 2026, yaitu mencapai 49.533 penerima manfaat. Untuk merealisasikan target ini, Kapolda telah menginstruksikan jajarannya untuk mempercepat operasional SPPG di polres-polres lain yang belum memilikinya. Percepatan ini krusial agar target penerima manfaat dapat segera tercapai dan dampak positif program dapat dirasakan lebih luas.
“Alhamdulilah penerima manfaat MBG terus bertambah seiring peningkatan kapasitas produksi dapur SPPG,” kata Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan di Banjarbaru, Sabtu. Beliau juga menambahkan, “Saya sudah perintahkan jajaran agar dipercepat operasional SPPG bagi yang belum sehingga target penerima manfaat dapat segera tercapai.” Penegasan ini menunjukkan keseriusan Polda Kalsel dalam mendukung program nasional.
Dukungan penuh terhadap program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto menjadi landasan utama implementasi MBG ini. Salah satu misi Asta Cita adalah memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), yang secara langsung selaras dengan tujuan program makan bergizi gratis ini. Dengan demikian, Polda Kalsel tidak hanya menjalankan tugas keamanan, tetapi juga berkontribusi aktif dalam pembangunan kualitas generasi penerus bangsa.
Sumber: AntaraNews