LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

PLN akan cabut subsidi listrik pelanggan rumah tangga di Batam

Pelanggan rumah tangga akan dikenakan tarif baru per awal Ramadan ini.

2016-05-26 18:45:58
PLN
Advertisement

Bright PLN Batam selaku anak perusahaan PT PLN (Persero) yang bertanggung jawab untuk suplai listrik di Batam, akan mencabut subsidi listrik untuk golongan menengah kategori pelanggan rumah tangga dan sosial.

Sekretaris Perusahaan Bright PLN Batam, Agus Subekti menyampaikan, tarif baru akan dimulai jelang ramadan tahun ini. Namun dia membantah langkah yang ditempuh adalah skema kenaikan tarif dasar listrik.

"Bukan menaikkan tarif, tapi mengurangi subsidi," katanya kepada wartawan di Batam, Kamis (26/5).

Dikatakannya juga, usulan untuk mencabut subsidi ini ternyata sudah diajukan sejak lama. Namun terkendala oleh adanya Pilgub dan Pilwako.

Jadi tarif dasar listrik di Batam yang berlaku adalah skema tahun 2015, sesuai dengan Peraturan Gubernur Provinsi Kepulauan Riau Nomor 38 Tahun 2015.

Di tempat yang sama, ikut menguatkan pernyataan Agus, Kepala Departemen Komersial Tata Niaga Penjualan Tenaga Listrik Bright PLN Batam, Solider Sinaga menyampaikan bahwa subsidi untuk golongan bawah tidak terjadi perubahan tarif.

"Untuk golongan bawah itu menggunakan daya 2 dan 4 ampere. Subsidinya tidak dicabut, hanya golongan menengah saja," kata Solider Sinaga menegaskan kembali.

Namun keputusan soal skema perubahan tarif dasar listrik di Batam, belum mendapat persetujuan dari pemerintah setempat. PLN Batam lebih memilih pasif, sambil menunggu keputusan dari pemerintah untuk skema baru tersebut.

"Usulan sudah kita masukkan, saat ini kita hanya menunggu keputusan regulator (pemerintah) selaku pembuat keputusan," ungkapnya.

Padahal, tambah Solider, tarif dasar listrik di Batam jauh lebih kecil dibanding daerah lain, bahkan berbeda dengan daerah Belakang Padang yang masih dalam satu administratif pemkot Batam.

"Di Belakang Padang masyarakatnya sudah dikenakan tarif listrik normal (tarif persero)," kata Solider Sinaga lagi.

Jadi, lanjut Solider, sebenarnya tarif normal listrik sebesar Rp 1.353,45 per Kwh. Selama ini masyarakat golongan menengah yang menggunakan daya 6 ampere ke atas hanya dikenakan tarif sebesar Rp 941 dan untuk pengguna token Rp 1.002,6.

"Kita bukan rugi, PLN Batam hanya mengusulkan subsidi silang ditarik," ungkap Solider.

Berdasarkan data PLN, per bulan Maret 2016 jumlah pelanggan mereka mencapai 287.337 pelanggan. Pengguna terbesar di Batam adalah golongan menengah.

"Jumlah pelanggan golongan menengah sekitar 1.800-an, jadi pelanggan itulah yang akan dicabut subsidinya," ungkap Solider.

Baca juga:
Angin kencang, listrik di Banda Aceh dan Aceh Besar padam total
Menteri Sudirman kirim Dirjen cek perkembangan krisis listrik Nias
Penjelasan Menteri ESDM soal hilangnya proyek HVDC dari RUPTL PLN
Menteri Rini resmi berhentikan Kuntoro dari komisaris utama PLN
Meski APR Energy setop pasok, Nias dipastikan tetap surplus listrik
Wapres JK pasang badan bela keterlambatan PLN serahkan RUPTL

Advertisement
(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.