Angin kencang, listrik di Banda Aceh dan Aceh Besar padam total
Merdeka.com - Angin kencang dan hujan lebat melanda kota Banda Aceh sejak pagi membuat perekonomian di Banda Aceh lumpuh. Karena hampir seluruhnya kota Banda Aceh dan Aceh Besar mengalami pemadaman listrik sejak pukul 10.30 WIB.
Pantauan merdeka.com, sejumlah warung kopi, usaha foto copy dan usaha yang membutuhkan energi listrik tutup. Meskipun ada juga yang menggunakan generator, seperti warung kopi saring tradisional, sedangkan yang menggunakan mesin espresso terpaksa harus tutup.
Deputi Manajer Humas dan Hukum Perusahaan Listrik Negara (PLN) Aceh, T Bahrul Halid mengatakan, pemadaman listrik kali ini akibat hujan lebat dan angin kencang. Sehingga mengalami gangguan di instalasi.
"Tadi angin kencang disertai hujan lebat, makanya mati lampu," kata T Bahrul Halid saat dihubungi, Kamis (26/5).
Bahrul mengaku gangguan ini tidak dapat diprediksi sampai kapan akan normal kembali. Karena hingga sekarang kondisi cuaca di Banda Aceh tidak menentu, hujan lebat, angin kencang masih melanda Banda Aceh.
Kendati demikian, lanjut Bahrul, petugas di lapangan terus bekerja untuk memperbaiki bila terdapat instalasi yang mengalami gangguan. Saat ini petugas lapangan PLN sedang berada di lapangan untuk memantau secara langsung.
"Teman-teman sejak pagi di lapangan, kalau sudah selesai saya kasih tau," ungkapnya.
Bahrul juga mengirimkan sejumlah titik yang mengalami pemadaman di Banda Aceh. Dari Krueng Cut, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, Jalan P Nyak Makan yang merupakan pusat kuliner di Banda Aceh, Merduati, kawasan Masjid Baiturrahman, Darussalam di kampus Unsyiah dan UIN Ar Raniry hingga pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh.
Bahkan pemadaman ini juga sampai ke Sibreh, Aceh Besar, pasar tradisional Lambaro, Aceh Besar. Pelabuhan Malahati dan sejumlah kawasan di Aceh Besar dan Banda Aceh mengalami pemadaman listrik.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya