Penjelasan Menteri ESDM soal hilangnya proyek HVDC dari RUPTL PLN
Merdeka.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menegaskan pihaknya tetap meminta perusahaan listrik negara (PLN) untuk menggarap proyek Transmisi High Voltage Direct Current (HVDC) Interkoneksi Sumatera-Jawa saat ini. ESDM meminta proyek ini dimasukan kembali dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2016-2025.
"Pada waktu PLN mengajukan revisi, itu tidak ada. Karena itu kita kemudian meminta supaya dikembalikan," ujar Menteri Sudirman saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Kamis (26/5).
Menteri Sudirman mengaku tidak mengetahui penyebab PLN menghapus proyek ini dalam RUPTL. "Saya tidak ikut membahas," ucapnya.
Sebagai informasi, dikutip dari laman PLN, transmisi HVDC Interkoneksi Sumatera Jawa (ISJ) merupakan proyek kelistrikan strategis PLN. Tujuan pembangunan transmisi yang pertama di Indonesia dengan menggunakan teknologi HVDC tersebut adalah meningkatkan kemampuan dan keandalan pasokan listrik di Sumatera dan Jawa.
Kedua, mendukung program pemerintah dalam rangka diversifikasi energi pembangkit berbahan bakar non-BBM dengan mengoptimalkan batubara yang melimpah di Pulau Sumatera. Selain itu juga, meningkatkan rasio elektrifikasi di Sumatera dan Jawa. Serta, mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Transmisi HVDC ISJ akan menyalurkan tenaga listrik sebesar 3000 MW dari PLTU Independent Power Producer/IPP (listrik swasta) Sumsel 8, 9 dan 10 ke sistem Sumatera dan Jawa. Panjang keseluruhan transmisi HVDC ISJ 742 km yang meliputi transmisi DC (Direct Current) sepanjang 464 km dan transmisi AC (Alternaitng Current) 278 km.
Pembangunan Transmisi HVDC ISJ melewati 4 provinsi, yaitu Sumatera Selatan, Lampung, Banten, dan Jawa Barat. Pembangunan Transmisi HVDC ISJ memerlukan lahan seluas 300 Hektar.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya