PKK Nagan Raya Gelar Penyembuhan Trauma Anak Pasca Banjir Bandang
Tim Penggerak PKK Nagan Raya aktif memberikan penyembuhan trauma anak-anak terdampak banjir bandang di Beutong Ateuh Banggalang. Kegiatan ini bertujuan mengembalikan keceriaan dan semangat belajar mereka.
Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Nagan Raya baru-baru ini menyelenggarakan program penyembuhan trauma. Kegiatan ini ditujukan bagi murid SD dan SMP yang terdampak banjir bandang pada akhir November 2025. Lokasi bencana berada di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Provinsi Aceh, sebuah wilayah yang cukup terpencil.
Inisiatif ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah daerah melalui TP-PKK dalam memberikan dukungan moral serta psikososial. Dukungan ini sangat dibutuhkan oleh anak-anak yang mengalami guncangan emosional. Mereka adalah kelompok paling rentan secara psikologis saat menghadapi bencana alam yang tak terduga.
Ketua TP-PKK Nagan Raya, Cut Inda, menyatakan bahwa program ini memiliki peran krusial. Pihaknya ingin memastikan anak-anak tetap ceria dan bersemangat belajar di tengah kondisi sulit. Hal ini untuk mencegah mereka larut dalam trauma berkepanjangan yang dapat menghambat tumbuh kembangnya.
Dukungan Psikososial Komprehensif untuk Pemulihan Anak
Kegiatan penyembuhan trauma ini dirancang secara khusus dengan pendekatan yang ramah anak. Sesi diisi dengan berbagai permainan edukatif dan interaktif yang menyenangkan. Tujuannya agar proses pemulihan psikologis berjalan efektif dan tidak terasa membebani bagi para siswa.
Selain itu, anak-anak juga diajak mendengarkan cerita inspiratif bersama Bunda Literasi. Sesi ini diharapkan dapat menumbuhkan kembali semangat positif dan harapan di hati mereka. Setelah itu, mereka menerima pembagian perlengkapan sekolah yang sangat dibutuhkan.
Perlengkapan sekolah yang dibagikan meliputi buku, alat tulis, sepatu, serta kebutuhan penunjang belajar lainnya. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban orang tua dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak. Ini juga memotivasi siswa untuk kembali aktif dan bersemangat dalam proses belajar mengajar.
Cut Inda menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam penanganan pasca-bencana. Dukungan ini membantu anak-anak mengatasi dampak emosional yang mungkin timbul akibat pengalaman traumatis. TP-PKK berkomitmen penuh terhadap kesejahteraan dan pemulihan anak-anak di Nagan Raya.
Menumbuhkan Minat Baca dan Imajinasi Positif Pasca-Bencana
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Nagan Raya turut berpartisipasi aktif. Mereka membagikan berbagai buku cerita anak yang menarik dan mendidik. Tujuannya adalah menumbuhkan kembali minat baca siswa yang mungkin sempat terabaikan.
Pembagian buku cerita ini juga bertujuan memberikan ruang imajinasi positif bagi anak-anak. Hal ini sangat penting untuk membantu mereka memproses pengalaman dan membangun kembali perspektif yang optimis pasca-bencana. Kegiatan ini melengkapi upaya penyembuhan trauma secara menyeluruh.
Total 309 peserta antusias mengikuti kegiatan penyembuhan trauma ini. Mereka terdiri dari 120 siswa SD Negeri 1 Beutong Ateuh dan 85 siswa SD Negeri 2 Beutong Ateuh, serta 104 siswa SMP Negeri Beutong Ateuh. Jumlah ini menunjukkan skala dampak bencana yang cukup luas.
Selain sesi utama yang berfokus pada psikososial dan edukasi, TP-PKK juga menyediakan makanan ringan. Pembagian ini diberikan kepada seluruh peserta sebagai bentuk perhatian. Ini menambah suasana ceria dan kebersamaan selama acara berlangsung, menciptakan memori positif baru.
Sumber: AntaraNews