Pertemuan di Istana: Prabowo Sambut Pimpinan MUI, NU, dan Muhammadiyah
Para pimpiman ormas Islam mulai tiba di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta sejak pukul 15.54 WIB.
Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah pimpinan ormas Islam ke Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3). Prabowo mengumpulkan pimpinan ormas untuk berdiskusi sekaligus buka puasa bersama.
Para pimpiman ormas Islam mulai tiba di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta sejak pukul 15.54 WIB. Tampak hadir Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Iskandar, Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Miftahul Akhyar.
Kemudian, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua Bidang Penanggulangan Bencana Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2025-2030 Nusron Wahid, dan Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus kader Muhammadiyah, Zulkifli Hasan.
Buka Puasa Bersama
Anwar Iskandar mengatakan dirinya diundang Presiden Prabowo untuk buka puasa bersama. Selain para ketua umum ormas Islam, pimpinan pondok pesantren, hingga mubaligh juga akan ikut hadir dalam buka puasa bersama Prabowo.
"Ya nanti semua ketua umum ormas Islam, sama mubalig, dan pengasuh pondok pesantren; yang pondok pesantren besar dan mempunyai jaringan yang luas," jelas Anwar kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Wapres ke-10 dan ke-12 RI turut diundang dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI).
Anwar masih enggan menjelaskan detail apa saja isu yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut. Dia pun berharap ada forum diskusi antara ulama dan umara atau pemimpin negara.
"Kalau ada diskusi malah lebih bagus. Karena kan ya mungkin perlu ada komunikasi yang lebih bagus antara ulama dan umara," ujarnya.
Eskalasi Konflik
Saat ditanya apakah akan menyinggung eskalasi konflik di Timur Tengah, Anwar belum bisa memastikannya. Dia hanya menyampaikan harapan agar semua pihak menahan diri agar tercipta perdamaian dunia.
"Saya enggak mau berandai-andai. Yang jelas, kita inginnya itu semuanya menahan diri, perdamaian tercipta, dan tidak berpengaruh kepada ekonomi, terutama Indonesia. Kalau berpengaruh, kan kalian juga susah," katanya.