Penguatan Pengawasan BPOM Kunci Keamanan Akses Kesehatan Masyarakat
BPOM menegaskan penguatan Pengawasan BPOM sebagai fondasi utama jaminan keamanan akses kesehatan masyarakat, didukung status WHO Listed Authority dan kolaborasi lintas sektor.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menegaskan pentingnya penguatan sistem pengawasan obat dan makanan untuk menjamin keamanan akses kesehatan masyarakat Indonesia. Pernyataan ini disampaikan dalam rangkaian peringatan 25 tahun BPOM yang digelar melalui BPOM Expo 2026 di Jakarta. Acara tersebut menjadi wadah strategis bagi berbagai pemangku kepentingan.
Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mengungkapkan kebanggaan atas pencapaian BPOM sebagai WHO Listed Authority (WLA). Status bergengsi ini menempatkan BPOM sejajar dengan lembaga regulator negara maju. Pengakuan global tersebut menjadi hadiah istimewa di hari jadi ke-25 BPOM.
BPOM Expo 2026 tidak hanya merayakan pencapaian, tetapi juga memperkuat ekosistem kesehatan nasional. Kolaborasi lintas sektor menjadi fokus utama untuk memastikan produk kesehatan aman. Ini adalah upaya berkelanjutan dalam melindungi konsumen dan mendukung kemandirian sektor kesehatan.
Pengakuan Global: BPOM Raih Status WHO Listed Authority
Salah satu tonggak penting dalam perayaan 25 tahun BPOM adalah perolehan status WHO Listed Authority (WLA). Status ini merupakan pengakuan global dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Ini menandakan bahwa BPOM telah memenuhi standar internasional tertinggi dalam regulasi obat dan makanan.
Status WLA menegaskan kredibilitas BPOM di mata dunia. Ini juga memperkuat peran lembaga dalam melindungi konsumen di Indonesia. Penguatan Pengawasan BPOM kini diakui secara global.
Pencapaian ini tidak hanya meningkatkan reputasi BPOM. Lebih jauh, ini juga mendukung kemandirian sektor kesehatan nasional. Keamanan dan kualitas produk obat serta makanan menjadi prioritas utama.
BPOM Expo 2026: Memperkuat Kolaborasi dan Inovasi
BPOM Expo 2026 menjadi platform strategis untuk mempertemukan regulator, industri, akademisi, dan masyarakat. Acara ini bertujuan memperkuat ekosistem kesehatan nasional. Kolaborasi ini esensial untuk memastikan produk yang beredar aman dan bermutu.
Model kolaborasi Academic–Business–Government (ABG) menjadi sorotan utama dalam expo ini. Model ini dinilai efektif dalam mendorong inovasi. Selain itu, ABG juga mempercepat akses masyarakat terhadap produk kesehatan yang aman.
Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk, Irawati Setiady, menekankan pentingnya kolaborasi industri dengan BPOM. Ia menyebut, “Momentum 25 tahun BPOM mengingatkan kita bahwa perlindungan konsumen adalah tanggung jawab bersama. Industri memiliki peran untuk memastikan setiap produk memenuhi standar keamanan dan mutu.”
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin juga menyambut baik sinergi antara BPOM dan Kementerian Kesehatan. Ia berharap, “Dengan regulasi yang kuat dan fasilitatif, industri farmasi nasional dapat berkembang dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.” Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat iklim investasi sektor kesehatan, tanpa mengabaikan aspek keselamatan publik.
Komitmen 25 Tahun: Fondasi Indonesia Emas 2045
Peringatan Hari Ulang Tahun ke-25 BPOM mengusung tema “Komitmen 25 Tahun Mengawal Kualitas Obat dan Makanan Menuju Indonesia Emas 2045”. Tema ini menegaskan visi jangka panjang BPOM. Lembaga ini bertekad menjadi pilar penting pembangunan bangsa.
Keamanan obat dan makanan merupakan fondasi esensial bagi pembangunan sumber daya manusia berkualitas. Sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas adalah kunci. Ini merupakan prasyarat utama untuk mencapai Indonesia Emas 2045.
Melalui Pengawasan BPOM yang berkelanjutan, diharapkan masyarakat dapat mengakses produk kesehatan yang terjamin. Komitmen ini tidak hanya melindungi, tetapi juga memberdayakan masyarakat. Ini sejalan dengan upaya peningkatan ketahanan bangsa.
Sumber: AntaraNews