Pendiri OCI Buka Suara Usai Heboh Mantan Pemain Mengaku Tak Pernah Terima Gaji
Mantan pemain sirkus OCI mengadukan dugaan eksploitasi dan kekerasan yang dialami selama bekerja ke Kementerian HAM.
Pendiri Oriental Circus Indonesia (OCI), Tony Sumampouw, meluruskan informasi terkait mantan pemain Oriental Circus Indonesia (OCI) yang tak menerima gaji.
Menurut dia, sejak awal bergabung, para pemain OCI diperlakukan sebagai bagian dari keluarga besar.
"Ya kalau sudah di OCI kan sudah kayak keluarga besar. Kalau sakit pasti berobat, nggak pernah bilang nggak ada uang. Semua itu sudah terjamin. Pakaian, terus uang saku," kata dia saat ditemui di bilangan Jakarta Selatan, Kamis (17/4).
Tony mengatakan, kebutuhan dasar seperti pakaian dan uang saku diberikan secara rutin. Menurutnya, meski anak-anak tersebut tidak menerima gaji, mereka tetap memperoleh uang saku mingguan untuk kebutuhan pribadi.
"Tiap minggu juga dikasih. Memang itu tidak diberi gaji, ya. Kita kan dulu juga nggak terima gaji, sama. Masih anak-anak masa terima gaji gitu ya. Tapi uang saku untuk belanja, untuk segala macem, itu selalu ada. Nggak mungkin nggak ada," ucap dia.
Bantah Tudingan Pemain OCI Tak Terurus
Dia juga menepis anggapan anak-anak dalam asuhannya mengalami kekurangan atau tak terurus.
"Kalau lihat wajahnya aja bisa kelihatan kok, gitu ya. Jadi nggak kurus-kurus, ceking, gitu kan nggak. Semua sehat-sehat," ucap dia.
Selain kebutuhan pokok, Tony menyebutkan para anggota sirkus juga mendapatkan perhatian pada momen-momen khusus seperti hari raya dan ulang tahun.
"Jadi uang belanja ada, pakaian lengkap, kalau hari raya pasti dapet hadiah, dapet apa. Biasa lah kita. Ulang tahun dirayain ramai-ramai. Itu biasa. Itu kehidupan keluarga besar," tandas dia.
Pengakuan Mantan Pemain Sirkus OCI
Sejumlah mantan pekerja sirkus OCI Taman Safari Indonesia (TSI) mendatangi kantor Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) pada Selasa (15/4). Mereka mengadukan dugaan eksploitasi yang dialami selama bekerja.
Kuasa hukum mantan pekerja OCI, Muhammad Sholeh mengungkapkan, kliennya tak pernah digaji selam menjadi pekerja sirkus OCI. Bahkan, mereka mengalami kekerasan dan kekejaman.
"Selama mereka menjadi budak, tidak pernah menerima gaji, menerima kekejaman, kekerasan, maka harus ada ganti rugi kepada para korban,” kata Sholeh.