Pemprov Sulteng Perluas Program Beasiswa Berani Cerdas ke Jenjang S2, Fokus Keahlian Strategis
Program Beasiswa Berani Cerdas Pemprov Sulteng kini diperluas untuk jenjang S2 mulai 2026, fokus pada keahlian strategis daerah seperti kedokteran spesialis dan pertambangan.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) mengumumkan kelanjutan program beasiswa Berani Cerdas. Program ini akan diperluas untuk mencakup jenjang pendidikan magister atau S2 mulai tahun 2026 mendatang. Langkah strategis ini diambil guna mendukung pemerataan akses pendidikan tinggi di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sulawesi Tengah, Yudiawati V Windarualina, menjelaskan bahwa beasiswa S2 akan difokuskan pada keahlian strategis pembangunan daerah. Prioritas diberikan pada bidang-bidang yang sangat dibutuhkan untuk menunjang pembangunan berkelanjutan. Hal ini berbeda dengan fokus beasiswa S1 yang lebih menekankan pada afirmasi ekonomi dan prestasi.
Perluasan program ini bertujuan untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul yang relevan dengan kebutuhan daerah. Bidang seperti kedokteran spesialis, pertambangan, dan profesi tenaga ahli lainnya menjadi sasaran utama. Para penerima beasiswa S2 juga diwajibkan untuk mengabdi di daerah asal setelah menyelesaikan studi mereka.
Fokus Beasiswa S2 untuk Keahlian Strategis Daerah
Program beasiswa Berani Cerdas untuk jenjang S2 akan memprioritaskan bidang-bidang keahlian yang krusial bagi pembangunan daerah. Yudiawati V Windarualina menyebutkan bahwa bidang kedokteran spesialis, pertambangan, dan profesi tenaga ahli lainnya menjadi fokus utama. Hal ini sesuai dengan kebutuhan daerah untuk menunjang pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Tengah.
Pendekatan ini berbeda dengan program beasiswa Berani Cerdas untuk jenjang strata satu (S1) yang memberikan afirmasi. Beasiswa S1 ditujukan bagi mahasiswa berprestasi namun tidak memiliki kemampuan secara ekonomi. Dengan demikian, program beasiswa Berani Cerdas mengakomodasi kebutuhan pendidikan di berbagai jenjang dengan tujuan yang spesifik.
Para penerima beasiswa S2 berbasis prestasi akademik dan kompetensi tambahan diwajibkan mengabdi di daerah asal setelah menyelesaikan masa studi. Ketentuan ini akan dituangkan ke dalam dokumen perjanjian yang mengikat. Khusus bagi mahasiswa penerima beasiswa dokter spesialis, Dinas Pendidikan akan menerapkan sistem pengabdian dengan rumus N×2, di mana N merupakan lama masa studi.
Selain bidang-bidang tersebut, profesi seperti notariat, keperawatan profesi, dan insinyur juga akan dimasukkan dalam kategori S2 dan setara. Prinsipnya, untuk jenjang S2 ke atas, beasiswa diberikan sesuai kebutuhan dan kekhususan profesi. Ini menunjukkan komitmen Pemprov Sulteng dalam mencetak tenaga ahli yang relevan.
Mekanisme dan Target Program Berani Cerdas
Program beasiswa Berani Cerdas mencakup tiga hal utama, yaitu memastikan seluruh anak usia sekolah menempuh pendidikan menengah, menjadikan sekolah bebas pungutan, dan memberikan beasiswa kuliah. Untuk jenjang S1, program ini telah menarik partisipasi tinggi dengan 58.276 pendaftar. Sebanyak 24.398 peserta telah mengunggah berkas dengan prioritas warga Sulawesi Tengah.
Hingga saat ini, 18.724 mahasiswa telah menerima penyaluran beasiswa Berani Cerdas. Dinas Pendidikan menargetkan hingga akhir November jumlah penerima beasiswa dapat mencapai 25 ribu mahasiswa. Ini menunjukkan respons positif dari masyarakat terhadap program yang berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan.
Pemerintah mengajak masyarakat yang ingin meningkatkan jenjang pendidikan untuk memanfaatkan program beasiswa Berani Cerdas. Program ini merupakan salah satu dari sembilan program strategis Sulteng. Tujuannya adalah memperluas akses pendidikan tinggi dan mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul yang siap berkontribusi bagi daerah.
Program yang sudah berjalan sekitar delapan bulan ini terus dievaluasi dan dikembangkan. Perluasan ke jenjang S2 menjadi bukti komitmen Pemprov Sulteng dalam investasi jangka panjang pada sektor pendidikan. Hal ini diharapkan dapat menghasilkan lulusan berkualitas yang mampu mengisi kebutuhan tenaga profesional di berbagai sektor strategis.
Sumber: AntaraNews