Pemprov Sediakan Ambulans Papua Pegunungan, Optimalkan Layanan Kesehatan Antar-Kabupaten
Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan (Pemprov Papeg) telah menyediakan dua unit mobil ambulans untuk mengoptimalkan layanan kesehatan antar-kabupaten dan keliling, sebuah langkah penting untuk meningkatkan aksesibilitas di wilayah tersebut.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan (Papeg) melalui Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) mengambil langkah progresif dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Mereka secara resmi menyediakan mobil ambulans baru yang dirancang khusus untuk mengoptimalkan layanan kesehatan antar-kabupaten di seluruh wilayah setempat.
Inisiatif ini bertujuan untuk mengatasi tantangan geografis dan memastikan akses kesehatan yang lebih merata bagi masyarakat di daerah terpencil. Dengan adanya fasilitas transportasi medis yang memadai, diharapkan penanganan kasus darurat dan kebutuhan medis lainnya dapat terpenuhi dengan lebih cepat dan efisien.
Dua unit mobil operasional tersebut telah diserahkan secara simbolis oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Pegunungan pada momentum Hari Kesehatan Nasional ke-61, tanggal 12 November lalu. Penyerahan ini menandai komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat infrastruktur kesehatan demi kesejahteraan warganya.
Peningkatan Akses Layanan Kesehatan Antar-Kabupaten
Salah satu dari dua unit ambulans yang baru diserahkan akan difungsikan secara khusus untuk melayani kebutuhan transportasi antar-kabupaten di Papua Pegunungan. Fungsi utama ambulans ini adalah membantu masyarakat yang membutuhkan pengantaran pasien atau bahkan jenazah dari satu kabupaten ke kabupaten lain.
Kepala Dinkes P2KB Papua Pegunungan, Isak Yikwa, menjelaskan, “Satu mobil akan difungsikan sebagai mobil ambulans antar-kabupaten, di mana ketika ada keluarga yang meninggal di Wamena dan butuhkan kendaraan untuk dibawa ke kabupaten lain seperti Lanny Jaya, Mamberamo Tengah, bisa diantar tentu dengan ketentuan yang diatur.” Ini menunjukkan fokus pada pelayanan yang komprehensif, termasuk dukungan di saat-saat sulit.
Keberadaan ambulans ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat yang tinggal di daerah-daerah yang sulit dijangkau. Dengan demikian, hambatan geografis yang selama ini menjadi kendala dalam mendapatkan layanan kesehatan atau mengurus keperluan keluarga dapat diminimalisir secara signifikan.
Ambulans Keliling dan Peran Tenaga Kesehatan
Unit ambulans kedua memiliki fungsi yang berbeda namun sama pentingnya, yaitu sebagai mobil pelayanan kesehatan keliling. Ambulans ini akan dioperasikan langsung oleh tenaga kesehatan dari Dinkes P2KB Papua Pegunungan untuk menjangkau daerah-daerah yang selama ini memiliki akses terbatas terhadap fasilitas medis.
Layanan kesehatan keliling ini akan memungkinkan tim medis untuk memberikan pemeriksaan, pengobatan, dan penyuluhan kesehatan langsung di lokasi. Ini merupakan upaya proaktif Pemprov Papua Pegunungan dalam mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, terutama di delapan kabupaten yang memiliki wilayah terpencil.
Isak Yikwa menambahkan, “Kami mendapatkan dua mobil ambulans, semoga kendaraan itu dapat membantu meningkatkan pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Papua Pegunungan, tentunya yang dapat dijangkau dengan akses kendaraan darat.” Optimalisasi penggunaan ambulans ini menjadi prioritas untuk memastikan manfaatnya terasa luas.
Dukungan untuk RSUD Wamena dan Klinik Kalvari
Selain dua unit ambulans operasional untuk Dinkes P2KB, Pemprov Papua Pegunungan juga menyerahkan dua unit mobil lainnya kepada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wamena dan Yayasan Klinik Kalvari Wamena. Bantuan ini merupakan bagian dari upaya menyeluruh untuk memperkuat ekosistem kesehatan di wilayah tersebut.
RSUD Wamena, yang selama ini berfungsi sebagai rumah sakit regional atau rujukan bagi tujuh kabupaten lain di Papua Pegunungan, akan semakin terbantu dengan adanya tambahan unit ambulans. “Kita tahu bersama RSUD Wamena selama ini menjadi rumah sakit regional atau rujukan bagi tujuh kabupaten lain di Papua Pegunungan, dan mereka membantu pelayanan kesehatan bukan hanya masyarakat Jayawijaya, tetapi tujuh daerah lain juga,” ujar Isak Yikwa.
Sementara itu, Yayasan Klinik Kalvari Wamena yang berfokus pada sektor kemanusiaan kesehatan, khususnya bagi penderita HIV-AIDS, juga menerima bantuan serupa. “Klinik Kalvari selama ini bergerak di sektor kemanusiaan kesehatan bagi mereka yang telah terinfeksi HIV-AIDS, maka bantuan ini akan membantu pelayanan mereka ke depan,” pungkas Isak Yikwa, menegaskan dampak positif bantuan ini bagi pelayanan kesehatan spesifik.
Sumber: AntaraNews