Pemkot Solok Sabet Indonesia Smart Nation Awards 2025, Bukti Komitmen Ketahanan Pangan
Pemkot Solok berhasil meraih penghargaan Indonesia Smart Nation Awards (ISNA) 2025 kategori Best Food Resilience, menunjukkan inovasi dan komitmen kuat dalam mewujudkan kota pintar.
Pemerintah Kota (Pemkot) Solok, Sumatera Barat, menorehkan prestasi gemilang dengan meraih penganugerahan Indonesia Smart Nation Awards (ISNA) tahun 2025. Penghargaan bergengsi ini diterima dalam acara yang berlangsung di Nusantara 3 – Indonesia Conventiond Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang Selatan, Banten.
Apresiasi ini diberikan atas dedikasi dan inovasi Pemkot Solok dalam mengimplementasikan prinsip-prinsip kota cerdas (smart city). Khususnya, Kota Solok diakui atas keberhasilannya dalam kategori Best Food Resilience.
Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, menyatakan bahwa penghargaan ini bukan sekadar tujuan akhir, melainkan motivasi untuk terus berbuat lebih baik. Hal ini menandakan bahwa Pemkot Solok secara bertahap telah bergerak ke arah yang semestinya dalam pembangunan daerah.
Inovasi Pemkot Solok dalam Ketahanan Pangan Unggul
Kota Solok berhasil meraih penghargaan Best Food Resilience berkat penilaian Citi Asia. Keberhasilan ini didasarkan pada upaya regenerasi melalui pembinaan petani muda yang secara khusus membidik usia produktif milenial. Inisiatif ini menunjukkan visi jangka panjang dalam memastikan keberlanjutan sektor pertanian.
Komitmen Pemkot Solok terhadap ketahanan pangan tercermin dari Indeks Ketahanan Pangan yang tinggi, mencapai angka 92. Dengan status ketahanan pangan 100, Kota Solok dikategorikan sebagai "Sangat Tahan" terhadap potensi gangguan pasokan pangan.
Wali Kota Solok juga menyampaikan terima kasih atas apresiasi dari City Asia yang menilai Kota Solok. Menurutnya, "ketahanan pangan atau food resilience adalah kemampuan sistem pangan untuk menghadapi, menyerap, pulih dari, dan beradaptasi terhadap gangguan seperti perubahan iklim atau krisis dengan melibatkan masyarakat." Ini memastikan pasokan pangan yang cukup, aman, bergizi, dan terjangkau bagi semua orang.
Peran Citiasia dan Kerangka Smart City Nasional
Kegiatan penganugerahan Indonesia Smart Nation Awards (ISNA) 2025 diselenggarakan oleh PT Citiasia Internasional. Citiasia merupakan firma konsultan nasional yang berfokus pada layanan manajemen strategis, transformasi digital, dan pengembangan kota cerdas. Peran Citiasia sangat vital dalam mendorong implementasi smart city di Indonesia.
Sejak tahun 2015, Citiasia telah aktif mendukung pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan visi pembangunan kota cerdas yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan. Mereka adalah pionir dalam pengembangan konsep Smart City di Indonesia.
Citiasia berperan penting dalam merumuskan kerangka kerja (framework) Gerakan 100 Smart City. Panduan strategis pembangunan kota cerdas ini kemudian diadopsi dan diimplementasikan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Framework tersebut menjadi acuan utama bagi pemerintah daerah dalam menyusun Masterplan Smart City, yang berfokus pada enam pilar utama: smart governance, smart branding, smart economy, smart living, smart society, dan smart environment.
ISNA 2025: Membangun Masa Depan Berkelanjutan
Indonesia Smart Nation Awards (ISNA) adalah bentuk apresiasi tahunan bagi pemerintah daerah yang menunjukkan kinerja unggul, inovasi, serta komitmen kuat. Penghargaan ini diberikan kepada daerah yang mewujudkan tata kelola dan pembangunan berbasis konsep kota cerdas. ISNA menjadi wadah inspiratif untuk berbagi praktik terbaik antar daerah.
Tema ISNA 2025 adalah “Co-Creating The Future of City Branding through Sustainable Ecology & Food Resilience Innovation”. Tema ini mencerminkan tantangan dan peluang baru dalam membangun masa depan daerah yang berdaya tahan dan berkelanjutan. Hal ini menunjukkan fokus pada inovasi dan kolaborasi.
ISNA tahun ini mengangkat tiga fokus utama. Pertama, penguatan identitas daerah (city branding) sebagai strategi meningkatkan daya saing dan kebanggaan lokal. Kedua, keberlanjutan lingkungan (ecology) sebagai komitmen menjaga keseimbangan pembangunan dengan pelestarian alam. Ketiga, ketahanan pangan (food resilience) sebagai pilar kemandirian dan keberlanjutan kehidupan masyarakat.
Sumber: AntaraNews