Pemkab Batang Perkuat Jaring Pengaman Sosial, Targetkan Pencegahan Kemiskinan Ekstrem
Pemerintah Kabupaten Batang gencar memperkuat Jaring Pengaman Sosial melalui berbagai program bantuan dan pemberdayaan, fokus mencegah kemiskinan ekstrem serta meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di wilayahnya. Langkah ini diwujudkan melalui penguatan program jaring pengaman sosial yang menyasar berbagai kelompok masyarakat rentan. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi kesejahteraan warga.
Bupati Batang, Faiz Kurniawan, menegaskan bahwa kehadiran pemerintah daerah adalah sebuah kewajiban untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Program ini dirancang untuk tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi. Penyaluran bantuan sosial dan pemberdayaan ini merupakan bagian dari strategi komprehensif.
Pada tahap pertama tahun 2026, Dinas Sosial Kabupaten Batang telah menyalurkan bantuan signifikan kepada ribuan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). Program ini melibatkan berbagai pihak guna memastikan bantuan tersalurkan secara efektif. Tujuannya adalah menciptakan kesejahteraan yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh warga Batang.
Komitmen Pemkab Batang dalam Kesejahteraan Inklusif
Bupati Batang, Faiz Kurniawan, menekankan bahwa penyaluran bantuan sosial ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah. Komitmen ini bertujuan mewujudkan kesejahteraan yang inklusif dan berkeadilan di tengah masyarakat. Ia berpesan agar warga dapat memanfaatkan bantuan sosial tersebut dengan sebaik-baiknya.
"Bantuan ini bukan sekadar angka atau nominal melainkan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan kesejahteraan yang inklusif dan berkeadilan," ujar Bupati Faiz Kurniawan. Pesan ini disampaikan di Batang pada hari Minggu, 19 April. Bantuan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi penerima.
Bupati juga menambahkan bahwa bantuan yang diterima harus dilihat sebagai pendorong untuk terus berkarya. "(Bantuan sosial ini) jangan dilihat dari besar kecilnya nominal tetapi sebagai motivasi untuk terus berkarya dan berdaya," tambahnya. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk membangun masyarakat yang mandiri.
Detail Penyaluran Bantuan Jaring Pengaman Sosial
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Batang, Willopo, menjelaskan bahwa program jaminan sosial ini memegang peran penting. Program ini krusial dalam mencegah munculnya kemiskinan ekstrem baru di wilayah tersebut. Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap dan terencana.
Pada tahap pertama tahun 2026, sebanyak 1.545 anak yatim, piatu, dan yatim piatu menerima santunan. Masing-masing mendapatkan Rp500 ribu, dengan jumlah total sebesar Rp772,5 juta. Selain itu, bantuan asistensi juga diberikan kepada 140 penyandang disabilitas berat.
Para penyandang disabilitas berat tersebut menerima Rp200 ribu per bulan selama tiga bulan, dengan total bantuan Rp84 juta. Sebanyak 139 warga lanjut usia terlantar juga mendapatkan bantuan serupa. Mereka masing-masing menerima Rp200 ribu per bulan selama tiga bulan, total Rp83,4 juta.
Tidak hanya itu, 61 PPKS yang meliputi penyandang disabilitas ringan, eks warga binaan, dan perempuan rawan sosial ekonomi, menerima bantuan modal usaha. Setiap PPKS mendapatkan Rp3 juta per orang. Bantuan modal usaha ini diharapkan dapat mendorong kemandirian ekonomi penerima.
Kolaborasi Multi-Pihak untuk Kemandirian Masyarakat
Dinas Sosial Kabupaten Batang tidak bekerja sendiri dalam menjalankan program jaring pengaman sosial ini. Pihaknya menggandeng berbagai mitra strategis untuk memperluas jangkauan dan efektivitas bantuan. Kolaborasi ini menunjukkan sinergi antara pemerintah dan sektor swasta.
Berbagai pihak yang terlibat antara lain BPJS Ketenagakerjaan, Bank Jateng, Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Batang, dan PT Bhimasena Power Indonesia. Keterlibatan mereka memperkuat upaya pemerintah dalam meringankan beban ekonomi. Selain itu, kolaborasi ini juga mendorong kemandirian masyarakat Batang.
Willopo menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah. Tujuannya adalah meringankan beban ekonomi sekaligus mendorong kemandirian masyarakat. "Melalui program ini, kami berharap bantuan yang disalurkan tidak hanya menjadi penopang sementara," katanya.
Ia melanjutkan, "tetapi juga mampu menjadi stimulus bagi masyarakat untuk bangkit dan meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan." Harapan ini menggarisbawahi tujuan jangka panjang dari program ini. Program tersebut berfokus pada pembangunan kapasitas dan keberlanjutan ekonomi masyarakat.
Sumber: AntaraNews