Pasca terbakar, Pasar Klewer kembali dibangun dengan desain Jawa
Pasar Klewer bakal dibangun dengan desain arsitek Jawa yang dipadukan dengan bangunan keraton.
Setelah hampir 7 bulan mangkrak pasca terbakar 27 Desember 2014, Pasar Klewer, Solo hari ini, Minggu (26/7) kembali dibangun. Pembangunan yang menghabiskan anggaran sekitar Rp 153 miliar tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo. Pembangunan pasar batik terbesar di Asia ini dikerjakan oleh PT. Wijaya Karya (Persero) dengan pengawas pembangunan CV. Kalaprana Konsultan.
Wali FX Hadi Rudyatmo mengatakan, pembangunan kembali Pasar Klewer sangat mendesak dilakukan. Pasalnya pasar tekstil terbesar di Jawa Tengah itu merupakan sumber penggerak ekonomi di Solo Raya.
"Kami berharap pembangunan Pasar Klewer bisa berjalan sesuai target. Semua pihak memiliki kepentingan dan bertanggung jawab untuk menjaga dan mengawasi pembangunan," ujarnya.
Kepala Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Solo, Subagiyo menambahkan, Pasar Klewer dibangun dengan desain arsitek Jawa yang dipadukan dengan bangunan keraton. Pasalnya, lokasi Pasar Klewer berada di antara cagar budaya warisan dinasti Mataram itu.
"Kita tidak akan merubah bentuk bangunan, karena pasar ini juga merupakan cagar budaya," ucapnya.
Pembangunan Pasar Klewer, lanjut Subagiyo, akan dilakukan secara bertahap. Pada tahap pertama dimulai hari ini hingga Desember 2015 dengan Rp 56 miliar. Pada tahap kedua tahun 2016 dengan anggaran Rp 97 miliar.
"Total anggaran mencapai sekitar Rp 153 miliar, semua anggaran berasal dari pemerintah pusat," jelasnya.
Baca juga:
Bangun kembali Pasar Klewer, pemerintah pusat siapkan Rp 159 miliar
Lantai 2 Terminal Tirtonadi akan dijadikan Pasar Klewer 2
Bangkrut, sejumlah pedagang Pasar Klewer tak bisa buka kios
Pembongkaran Pasar Klewer molor 15 hari, kontraktor didenda
20 Pedagang Pasar Klewer terancam tak mendapatkan kios
Wali Kota Solo marah pasar darurat Klewer tak ditempati pedagang
Pasar darurat Klewer sepi, Pemkot Solo ancam cabut SHP pedagang