LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pakai jenglot dan keris, dua dukun palsu ngaku bisa gandakan uang

Mereka menjanjikan kepada korban, uang Rp 70 juta bisa menjadi Rp 1 miliar.

2015-07-07 17:00:00
Dukun Penggandaan Uang
Advertisement

Praktik dukun palsu yang mengaku bisa menggandakan uang dari jutaan rupiah menjadi triliunan rupiah berhasil dibongkar jajaran Unit Reskrim Polrestabes Semarang. Polisi berhasil mengamankan dua tersangka yang merupakan dukun palsu pelaku penggandaan uang tersebut.

Kedua pelaku itu adalah Aris Ardhianto (45), warga Kampung Ngablak Indah RT 5 RW IV, Kelurahan Bangetayu Kulon, Kecamatan Genuk, Kota Semarang dan Eko Wiyanto (38) warga jalan Dewi Sartika, Sampangan, Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Selain mengamankan kedua tersangka, polisi juga menyita barang bukti berupa alat-alat pendukung pelaku saat melakukan aksi penipuan penggandaan uang tersebut. Barang-barang itu adalah; kotak berisi kembang setaman yang sudah mengiring, tiga buah boneka jenglot, minyak wangi misik, rantai babi dan pusaka berupa keris nogopetolo.

Kapolrestabes Semarang Kombes Burhanudin pada gelar kasus, Selasa (7/7) sore mengatakan terungkapnya kasus penipuan dengan modus pengandaan uang berdasarkan laporan dari korban.

Salah satu korbannya, Joko Widodo (42) warga Perum Handik Makmur II/17, Kelurahan Karangroto, Kecamatan Genuk, Kota Semarang. Akibat tindak pidana penipuan dari dua dukun palsu tersebut, korban Joko mengalami kerugian uang tunai sebesar Rp 70 juta.

"Oleh sang dukun palsu itu korban dimintai mahar Rp 70 juta. Dari uang puluhan juta itu korban dijanjikan uang penggandaan Rp 1 miliar," jelas Buharnudin.

Sementara, Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKBP Sugiyarto menegaskan kedua tersangka selama tiga tahun terakhir ini telah memangsa sedikitnya 10 korban.

"Setiap korban mengalami kerugian dengan jumlah variasi mulai Rp 25 juta, Rp 30 juta sampai Rp 75 juta. Selama tiga tahun terakhir ini jumlah korban sekitar 10 orang. Dari jumlah korban itu pelaku mengantongi uang tidak kurang Rp 700 juta," tuturnya.

Aris tersangka yang menjadi otak penipuan mengakui terus terang perbuatannya. Barang mistis, seperti pusaka tolak balak nogopetolo, ketiga jinglot dibeli dari pasar Johar. Harga jinglot rata rata Rp 200 ribu.

Aris mengaku sebenarnya dirinya tidak tahu persis apa khasiat barang-barang mistis yang dibeli di pasar Johar yang saat ini telah. Rata dengan tanah akibat terbakar.

Namun, yang pasti barang-barang itu dibelinya untuk menarik perhatian korban supaya percaya dan yakin bahwa dirinya mampu untuk menggandakan uang melalui keris dan boneka jenglot yang biasa disebut bathara kolo.

"Saya tidak tahu persis barang-barang mistis maupun minyak wangi misik," ungkap ayah empat orang anak ini.

Aris juga menjelaskan uang hasil menipu tersebut yang mencapai tidak kurang Rp 700 juta telah habis untuk diberikan kepada rekannya Eko dan untuk kebutuhan sehari hari.

"Saya dapat bagian tidak kurang Rp 45 juta. Namun, uang pembagian telah habis diberikan para korban. Semua korban teman-teman saya sendiri. Saya dikejar-kejar, lalu uang pemberian dari Ari, saya bagi bagikan kepada para korban. Itupun, masih kurang," pungkasnya.

Akibat perbuatannya tersebut kedua tersangka akan dijerat dengan pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang tindak pidana penipuan dengan ancaman hukuman penjara selama maksimal di atas lima tahun lamanya.

Baca juga:
Waspada dukun gadungan, bermodus mampu lipat gandakan uang
Dukun pengganda uang palsu bius korban lalu gondol uang puluhan juta
Rukmini tewas diracun dukun pengganda uang palsu asal Demak
Ditipu dukun palsu, uang puluhan juta ditukar mie instan
Minta penglarisan, wanita di Semarang malah dicabuli dukun
Dukun pengganda uang di Madiun dibekuk polisi
Janji gandakan uang, dukun di Madiun tipu pelanggannya

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.