LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

OJK Perketat Pengawasan: Delapan Pindar Masuk Daftar Khusus Akibat Masalah Permodalan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti delapan penyelenggara pinjaman daring (pindar) yang kini berada dalam pengawasan khusus, terutama karena isu permodalan dan tingginya tingkat risiko kredit macet. Simak langkah OJK dalam menjaga stabilitas industri p

Minggu, 07 Jun 2026 15:01:00
ojk
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan pertumbuhan signifikan pada pembiayaan paylater, yang mencapai Rp12,18 triliun per Januari 2026, melonjak 71,13 persen secara tahunan. (AntaraNews)
Advertisement

Jakarta, 7 Juni 2026 – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan bahwa delapan penyelenggara pinjaman daring (pindar) saat ini telah masuk dalam kategori pengawasan khusus. Langkah ini diambil menyusul adanya permasalahan serius terkait permodalan dan tingginya tingkat risiko kredit macet secara agregat, yang dikenal dengan rasio TWP90. Situasi ini menunjukkan komitmen OJK untuk memastikan kesehatan dan stabilitas industri keuangan digital di Indonesia.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, menjelaskan bahwa setiap penyelenggara yang masuk dalam pengawasan khusus akan diwajibkan untuk melakukan perbaikan. Perbaikan ini mencakup pemenuhan permodalan dan peningkatan kualitas pembiayaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. OJK tidak segan untuk mengambil langkah lanjutan, termasuk pencabutan izin usaha, jika perbaikan tidak dilakukan.

Pengawasan ketat ini menjadi krusial mengingat pertumbuhan pesat industri pindar yang juga diiringi dengan berbagai tantangan. OJK terus berupaya menyeimbangkan inovasi layanan keuangan digital dengan perlindungan konsumen dan stabilitas sistem keuangan. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem pindar yang sehat, transparan, dan bertanggung jawab bagi seluruh pihak.

OJK Soroti Permodalan dan Tata Kelola Pindar

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa dari 94 penyelenggara pindar yang ada, sebanyak 14 di antaranya belum memenuhi kewajiban ekuitas minimum sebesar Rp12,5 miliar. Kondisi permodalan ini menjadi fokus utama pengawasan, karena ekuitas yang kuat adalah fondasi bagi ketahanan operasional sebuah perusahaan keuangan. Pemenuhan modal minimum krusial untuk menopang operasional dan melindungi dana nasabah.

Advertisement

Agusman menjelaskan bahwa kemampuan penyelenggara dalam memenuhi ekuitas minimum sangat dipengaruhi oleh kondisi dan karakteristik usaha mereka. Ini termasuk kinerja perusahaan, prospek bisnis di masa depan, serta strategi permodalan yang diterapkan. Strategi tersebut bisa berupa penambahan modal dari pemegang saham, masuknya investor baru, atau aksi korporasi seperti merger.

Faktor tata kelola dan model bisnis juga menjadi pertimbangan penting bagi investor dalam menilai kelayakan permodalan. Oleh karena itu, OJK mendorong semua penyelenggara pindar untuk terus memperkuat tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan terhadap regulasi. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor dan memperkuat ketahanan industri, sekaligus memberikan perlindungan maksimal bagi konsumen.

Advertisement

Tingkat Kredit Macet (TWP90) dan Upaya Mitigasi Risiko

Selain masalah permodalan, OJK juga menyoroti kualitas kredit di industri pindar. Per April 2026, terdapat 19 penyelenggara pindar yang memiliki tingkat wanprestasi 90 hari (TWP90) di atas 5 persen. Angka TWP90 industri secara agregat tercatat di posisi 4,62 persen, meskipun sempat sedikit meningkat dari bulan sebelumnya. Perubahan jumlah penyelenggara dengan TWP90 di atas 5 persen dipengaruhi oleh kualitas pembiayaan dan kemampuan bayar peminjam.

Agusman memperkirakan bahwa TWP90 industri pindar akan tetap terjaga di masa mendatang. Namun, ia menekankan bahwa hal ini sangat dipengaruhi oleh dinamika perekonomian dan kualitas pengelolaan risiko oleh masing-masing penyelenggara. OJK terus mendorong penguatan manajemen risiko, penggunaan credit scoring berbasis data yang akurat, serta penguatan penagihan dengan prinsip kehati-hatian.

Upaya-upaya ini bertujuan untuk meminimalkan risiko kredit macet dan menjaga keberlanjutan bisnis pindar. Dengan pengelolaan risiko yang baik, industri dapat terus tumbuh sambil tetap menjaga kesehatan portofolio pembiayaan. Ini juga penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap layanan pinjaman daring.

Pertumbuhan Industri dan Diversifikasi Pendanaan

Meskipun ada tantangan pengawasan, industri pindar menunjukkan pertumbuhan yang positif. Outstanding pembiayaan pada April 2026 mencapai Rp102,07 triliun, tumbuh signifikan sebesar 26,11 persen secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap layanan pembiayaan digital yang menawarkan kemudahan akses dan proses yang cepat.

Industri pindar juga mencatatkan pertumbuhan laba tahunan yang mengesankan, naik 71,43 persen (yoy) menjadi Rp0,96 triliun pada periode yang sama. Dari sisi pendanaan, lender perbankan masih mendominasi dengan kontribusi Rp66,25 triliun, atau sekitar 75,59 persen dari total pendanaan. Hal ini disebabkan oleh kapasitas pendanaan perbankan yang besar dan stabilitas likuiditas yang dimilikinya. Sementara itu, lender individu menyumbang Rp3,33 triliun.

Agusman memproyeksikan bahwa sumber pendanaan industri pindar akan semakin beragam di masa depan, baik dari lender individu maupun institusi. Sejalan dengan penguatan peran lender profesional, penyelenggara pindar berpotensi memperluas basis pendanaan dari lender institusi. Diversifikasi ini diharapkan dapat mendukung kualitas dan keberlanjutan pendanaan di industri pindar, menjadikannya lebih resilien terhadap gejolak ekonomi.

Advertisement

Sumber: AntaraNews

Berita Terbaru
  • Presiden Prabowo: Sekolah Rakyat untuk Membantu Mereka yang Paling Susah
  • Mensos Sampaikan Perkembangan Positif SRMP 17 Tabanan kepada Presiden Prabowo
  • Pemkab Kepulauan Seribu Gencarkan Konservasi Lingkungan: Tanam Mangrove dan Lepas Tukik
  • Nutuk Beham: Tradisi Syukur Panen Padi Masyarakat Adat Kutai Lawas yang Lestari dan Sarat Makna
  • Pemerintah Dorong Penguatan UMKM untuk Stabilitas Ekonomi Nasional
  • agusman
  • ekuitas minimum
  • fintech
  • industri keuangan digital
  • konten ai
  • kredit macet
  • merdekaantara
  • ojk
  • pengawasan ojk
  • pindar
  • pinjaman daring
  • twp90
Artikel ini ditulis oleh
Editor Redaksi Merdeka
R
Reporter Redaksi Merdeka
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.