LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Modus diajari bermusik, guru TK di Bali cabuli dua siswinya

Namun, guru cabul itu membantah semua pernyataan yang dibeberkan kedua anak didiknya saat bersaksi.

2015-11-27 15:11:05
Pelecehan seksual
Advertisement

Sidang kasus pencabulan terhadap murid TK Hainan School Bali oleh gurunya kembali digelar di Pengadilan Negeri Denpasar. Sidang yang digelar secara tertutup terungkap, bahwa pelaku yang bernama David Dwi Hariantono alias Toton (52) melakukan aksi bejat selama satu tahun lebih.

Modus yang dilakukan Toton dengan mengiming-iming permainan pada HP dan pura-pura mengajari main musik. Sidang yang dipimpin oleh Beslin Sihombing itu, juga menghadirkan dua orang korban untuk memberikan kesaksian.

Kedua bocah polos tersebut didampingi oleh Tim Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak(P2TP2A) Bali.

"Ini dilakukan selama dua korban ini duduk di kelas TK B (Nol besar)," kata Sukawati yang juga didampingi Siti Sapurah alias Ipung, Jumat (27/11) di PN Denpasar, Bali.

Berdasarkan keterangan korban, sebelum mereka dijemput pulang Toton kerap mengajak ke ruang musik. Dan di ruang tersebut tersangka memangku dengan iming-imingi game di HP atau pura-pura mengajari main musik. Sambil memangku korban, guru bejat tersebut menggoyangkan alat kelaminnya.

Selain itu, tangan Toton beraksi dengan menjamah alat kelamin bocah yang berusia 5 tahun tersebut.

Namun, guru cabul itu membantah semua pernyataan yang dibeberkan kedua anak didiknya. Dia mengaku hanya memangku saja tapi tidak melakukan apa-apa.

"Terdakwa tadi membantah. Dia ngaku hanya memangku saja," ujar Sukawati, mengutip bantahan terdakwa di dalam ruang sidang tertutup.

Seperti diketahui, aksi bejat guru musik TK Hainan School bernama Toton asal Surabaya Jawa Timur ini, baru terungkap sekitar Mei 2015. Saat itu, korban mengeluh sakit di kemaluannya dan keluar merah-merah.

Ibu korban lalu memeriksakan anaknya ke dokter Kebindanan AAN Jaya Kusuma SPOG. Dari hasil pemeriksaan terungkap, jika selaput dara korban sudah rusak akibat perbuatan orang dewasa yang sudah dilakukan berkali-kali. Tidak terima, ibu korban melapor ke kepolisian yang langsung melakukan penyelidikan.

Awalnya korban tidak mau mengatakan siapa pelakunya. Baru setelah ditunjukkan foto-foto guru di sekolahnya, korban menunjuk foto Toton yang merupakan guru musik di TK Hainan School. Pengakuan korban, aksi bejat gurunya tersebut dilakukan di sekolah tepatnya di ruang musik. Modus yang digunakan pelaku yaitu merayu korban dengan menggunakan game di handphonenya.

Aksi bejat Toton yang tinggal di Jalan Tukad Yeh Aya IX/21 Denpasar ini, ternyata tidak hanya dilakukan terhadap satu korban saja. Sebab, ada dua korban lainnya yang semuanya merupakan murid TK Hainan School. Terdakwa diancam dengan pasal 82 ayat 2 jo Pasal 76e UU RI nomor 35 tahun 2014, tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Dalam dakwaan subsider juga diancam pasal 82 ayat 1 UU yang sama.

Baca juga:
Dipaksa pasang alat pijat di bokong, siswi SMP syok berat
Kades di Maluku Tenggara Barat serahkan tersangka sodomi ke Polisi
Cabuli ABG, dua pemuda di Wonogiri diringkus polisi
Temui korban & pelaku pelecehan, LPA minta ortu instropeksi diri
Setubuhi pacar sampai hamil, buruh bangunan dilaporkan ke polisi
Pura-pura jatuh, pria ini malah remas dada wanita penolongnya

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.