Menu Ikan Hiu Jadi Sorotan, Ini Alasan BGN Sajikan dalam Program MBG di Kalbar
Menu yang disajikan berupa ikan hiu filet saus tomat, oseng kol, dan wortel. Kepala Dinas Kesehatan Ketapang, dr. Feria Kowira.
Sebanyak 24 orang, terdiri dari 23 pelajar dan 1 guru SDN 12 Kecamatan Benua Kayong, Ketapang, Kalimantan Barat, dilaporkan mengalami dugaan keracunan usai menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menu yang disajikan berupa ikan hiu filet saus tomat, oseng kol, dan wortel. Kepala Dinas Kesehatan Ketapang, dr. Feria Kowira, menyebutkan ada penambahan 8 pasien dari data sebelumnya.
Menanggapi hal itu, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang menyatakan belum tentu menu lauk hiu yang membuat keracunan. Namun jika hasil penelitian menemukan bukti terkait maka hiu akan dicoret dari daftar menu MBG.
"Terkait menu hiu itu, saya tegaskan kalau ada makanan yang terbukti membuat itu diidentifikasi sebagai yang membuat keracunan, kita enggak akan pakai di wilayah itu," kata Nanik saat ditemui awak media di Cibubur, Depok, seperi dikutip Jumat (26/9).
Nanik lalu menjawab tanda tanya publik, mengapa ada hiu dalam daftar menu MBG. Alasannya, karena mengikuti kearifan lokal di wilayah tersebut.
"Menu apapun itu, karena kan tujuannya kearifan lokal, misalnya ternyata di wilayah ini yang paling banyak tongkol, ya kita gunakan. Hiu misalnya, ternyata di situ biasa memang hiu dihidangkan, kalau enggak di sini hiu mahal banget, tapi karena di sana banyak hiu, jadi ya diberikan," ungkap Nanik.
Selama program berjalan di sekolah terkait, Nanik mengaku hiu baru diberikan sebanyak dua kali.
"Hanya dua kali selama program berjalan," ujarnya.
Keracunan Usai Setengah Jam Hiu Dikonsumsi
Sebelumnya, Kepala sekolah SDN 12 Kecamatan Benua Kayong, Dewi Hardina menjelaskan kronologis dugaan keracunan menu hiu. Menurut dia, gejala keracunan mulai timbul setengah jam usai murid menyantap MBG.
"Ruang kelas berubah jadi arena panik. Anak-anak mengeluh mual, dari ruang UKS mereka beriring ke puskesmas, lalu ke IGD RSUD dokter Agoesdjam," tutur Dewi.Dewi mengungkap, menu hiu dihidangkan mengeluarkan bau anyir dan lendir pada sayur.
“Baunya agak menyengat,” kata Dewi.