Menteri PU Optimistis Pembangunan Sekolah Rakyat Subulussalam Segera Fungsional
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo optimistis pembangunan Sekolah Rakyat Subulussalam segera fungsional, meski sempat terkendala logistik material, berkat inovasi dan strategi percepatan.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyatakan optimismenya terkait penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat Aceh 2 di Kota Subulussalam, Provinsi Aceh. Proyek strategis ini diharapkan segera dapat difungsikan meskipun menghadapi tantangan signifikan dalam pengadaan material konstruksi. Pernyataan ini disampaikan setelah Menteri Dody melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek pada Sabtu (13/6/2026) untuk mencari solusi percepatan.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk mengevaluasi progres dan mengatasi hambatan logistik yang sempat menghambat kelancaran proyek. Kota Subulussalam yang terletak di wilayah perbatasan dan jauh dari pusat distribusi material menjadi faktor utama keterlambatan pengiriman baja dan material berat lainnya. Menteri Dody menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan kualitas dan ketepatan waktu penyelesaian.
Sebagai respons terhadap tantangan tersebut, berbagai inovasi teknis dan strategi percepatan telah diterapkan di lapangan. Langkah-langkah ini diharapkan mampu mempercepat proses konstruksi tanpa mengurangi standar kualitas bangunan. Pembangunan Sekolah Rakyat Subulussalam ini vital untuk peningkatan kualitas pendidikan di wilayah tersebut.
Tantangan Logistik dan Solusi Inovatif
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengakui lokasi Kota Subulussalam menghadirkan tantangan besar dari sisi logistik pengadaan material. "Kita harus mengakui bahwa lokasi Subulussalam cukup menantang dari sisi logistik. Mengangkut material ke sini tidak mudah," kata Menteri Dody. Jarak yang jauh dari pusat distribusi serta akses darat yang sulit membuat pengiriman material konstruksi berat seperti baja membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan daerah lain.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum bersama kontraktor pelaksana, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, telah menerapkan berbagai inovasi teknis. Salah satu strategi utama adalah mengoptimalkan penggunaan struktur beton pada beberapa bagian bangunan. Pendekatan ini bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap material baja yang proses pengirimannya lebih kompleks dan memakan waktu.
Menteri Dody menjelaskan bahwa evaluasi terus dilakukan untuk mencari metode kerja yang lebih efektif. "Beberapa titik yang semula direncanakan menggunakan baja akan kita evaluasi untuk sebagian diganti dengan beton agar pelaksanaan konstruksi bisa lebih cepat tanpa mengurangi kualitas bangunan," ujar Menteri Dody. Selain itu, strategi percepatan juga mencakup pengiriman material melalui jalur laut dan udara, penyediaan batching plant di area proyek, penambahan alat berat, hingga dukungan personel TNI.
Progres Pembangunan dan Fasilitas Unggulan
Secara keseluruhan, progres pembangunan Sekolah Rakyat Subulussalam menunjukkan perkembangan yang positif dan menggembirakan. Berdasarkan laporan pelaksanaan per 13 Juni 2026, ketersediaan material di lokasi telah mencapai sekitar 62 persen, sementara sisanya berada dalam proses pengiriman menuju Subulussalam. Menteri Dody optimistis proyek ini dapat selesai tepat waktu dengan kualitas terbaik.
"Kalau melihat kondisi di lapangan, progresnya sudah sekitar 60 persen. Kita akan terus mencari cara terbaik, tercepat, dan paling efektif untuk menyelesaikan pembangunan ini," kata Menteri Dody. Ia menekankan bahwa tujuan utama bukan hanya kecepatan, melainkan juga menghasilkan bangunan berkualitas tinggi yang dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang oleh masyarakat Aceh.
Pembangunan Sekolah Rakyat Aceh 2 Kota Subulussalam dilaksanakan di atas lahan seluas 6,8 hektare dengan nilai kontrak mencapai Rp453,3 miliar. Proyek ini dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk, salah satu perusahaan konstruksi terkemuka di Indonesia.
Kawasan pendidikan terpadu ini akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern dan penunjang yang lengkap, antara lain:
- Gedung SD, SMP, dan SMA
- Asrama siswa
- Rumah susun guru
- Masjid
- Gedung serbaguna
- Lapangan mini soccer
- Lapangan basket dan voli
- Fasilitas pendukung lainnya untuk menunjang kegiatan belajar mengajar dan pengembangan diri siswa.
Sumber: AntaraNews