Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar Tegaskan Peran Ulama Penting Bangun Karakter Bangsa
Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar menyoroti peran sentral ulama, habaib, dan tokoh agama dalam membentuk karakter serta spiritualitas bangsa. Keterlibatan ulama krusial untuk pembangunan Indonesia.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PM), Abdul Muhaimin Iskandar, menegaskan peran vital ulama, habaib, dan tokoh agama dalam pembangunan nasional. Mereka menjadi pilar penting untuk membentuk karakter serta spiritualitas masyarakat Indonesia. Pernyataan ini disampaikan dalam acara Haul Ulama dan Habaib Betawi 2026.
Menurut Menko Muhaimin, pembangunan suatu bangsa tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan ekonomi semata. Namun, juga sangat bergantung pada pengembangan karakter, mentalitas, dan nilai-nilai spiritual masyarakat. Oleh karena itu, kontribusi ulama sangat dibutuhkan dalam perjalanan pembangunan Indonesia.
Kehadiran Menko Muhaimin Iskandar pada acara yang diselenggarakan Pemprov DKI Jakarta ini menjadi penegasan penting. Acara ini berlangsung di Jakarta pada Minggu (21/6). Ini menunjukkan apresiasi pemerintah terhadap peran historis dan kontemporer para tokoh agama.
Membangun Karakter dan Spiritualitas Bangsa
Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar menekankan bahwa ulama memiliki peran fundamental dalam membentuk fondasi moral bangsa. Mereka adalah penjaga nilai-nilai luhur yang mengarahkan masyarakat pada kebaikan. Peran ulama tidak hanya terbatas pada aspek keagamaan.
Lebih dari itu, ulama turut serta dalam pembangunan karakter dan mentalitas yang tangguh. Kontribusi ini telah dimulai jauh sebelum kemerdekaan Indonesia. Jasa para ulama dan habaib telah melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas.
Pembangunan spiritualitas masyarakat juga menjadi fokus utama. Ulama membimbing umat untuk memiliki akhlak mulia. Hal ini penting agar Indonesia dapat bersaing secara global dengan kekuatan moral yang kuat.
Tradisi Haul sebagai Penjaga Nilai Kebangsaan
Tradisi haul, seperti Haul Ulama dan Habaib Betawi 2026, memiliki makna mendalam. Ini adalah cara untuk menjaga kesinambungan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Tradisi ini juga melestarikan kebudayaan yang menjadi kekuatan Indonesia.
Khususnya bagi masyarakat Betawi, haul merupakan pilar sejarah Jakarta yang tak terpisahkan. Melalui haul, masyarakat dapat menelusuri dan meneladani perjuangan para ulama terdahulu. Ini juga menjadi momentum untuk meneruskan semangat perjuangan mereka.
Menko Muhaimin Iskandar menyebutkan, para ulama telah membangun karakter, mental, dan akhlak. Mereka juga telah membentuk sumber daya manusia yang tangguh. Jasa-jasa ini sangat besar dalam melahirkan bangsa Indonesia.
Jakarta sebagai Kota Global Berakar Budaya
Acara Haul Ulama dan Habaib Betawi ini juga menjadi momentum strategis. Ini memperkuat identitas Jakarta sebagai kota global yang tetap berakar kuat pada nilai budaya dan tradisi. Kekuatan budaya menjadi pembeda Jakarta di kancah internasional.
Menko Muhaimin Iskandar berharap, pada usia 500 tahun Jakarta, kota ini bisa bersaing secara global. Jakarta diharapkan menjadi kota yang maju dan unggul dalam segala aspek. Terutama pada aspek spiritual serta kekuatan akhlak dan mentalitas umatnya.
Apresiasi tinggi diberikan kepada Pemprov DKI Jakarta atas komitmennya. Pemprov telah berupaya menjaga dan mengangkat budaya Betawi sebagai identitas kota. Pelestarian budaya lokal merupakan bagian penting dari pembangunan manusia dan pemberdayaan masyarakat.
Sumber: AntaraNews