Menko Pangan Zulkifli Hasan Dorong Hilirisasi dan Riset Kampus Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menekankan pentingnya hilirisasi dan penelitian di perguruan tinggi untuk menjaga Ketahanan Pangan Nasional di tengah tantangan global, serta memastikan pasokan pangan tetap aman.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyerukan penguatan hilirisasi dan penelitian pangan berbasis universitas. Hal ini penting untuk menjaga ketahanan pangan nasional di tengah dinamika global yang semakin menantang. Pernyataan tersebut disampaikan pada Sabtu (18/4) saat menjadi pembicara utama dalam seminar nasional di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Banyumas, Jawa Tengah.
Meskipun situasi global memengaruhi hampir semua negara, pasokan pangan Indonesia tetap aman. Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki 4,7 juta ton beras, dan produksi tahun ini diperkirakan akan lebih tinggi dari tahun lalu. Ketersediaan ikan, telur, ayam, serta sayuran dan buah-buahan juga dinilai mencukupi, menunjukkan ketahanan pangan Indonesia tetap terjaga di tengah tekanan konflik dan gangguan rantai pasok global.
Menurut Zulkifli Hasan, penguatan ketahanan pangan ke depan tidak hanya bergantung pada ketersediaan, tetapi juga pada produksi berkelanjutan yang didorong oleh inovasi dan penelitian. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi dengan universitas untuk mengembangkan varietas tanaman unggul dan teknologi pertanian.
Inovasi dan Hilirisasi Pangan sebagai Pilar Ketahanan
Kolaborasi dengan perguruan tinggi sangat krusial dalam pengembangan varietas unggul dan teknologi pertanian. Penelitian mencakup komoditas penting seperti padi, kelapa, kakao, dan jagung. Upaya ini bertujuan untuk memastikan keberlanjutan pasokan pangan dan peningkatan kualitas produk pertanian.
Untuk menjaga ketahanan pangan berkelanjutan, penelitian terhadap varietas padi baru dan benih unggul untuk kelapa, kakao, jagung, serta komoditas perkebunan lainnya harus terus digalakkan. Sinergi antara pemerintah dan universitas menjadi kunci utama dalam mencapai tujuan ini. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk memodernisasi sektor pertanian.
Selain itu, Zulkifli Hasan juga mendorong pengembangan teknologi sederhana untuk mengolah limbah organik menjadi pupuk. Inisiatif ini diharapkan dapat mendukung produktivitas pertanian secara berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
Sinergi Pemerintah dan Perguruan Tinggi untuk Industri Pangan Modern
Pemerintah berencana membangun fasilitas penggilingan padi modern di beberapa wilayah, termasuk Banyumas. Pembangunan ini akan bekerja sama dengan Perum Bulog, sebagai bagian dari upaya memperkuat industri hilir pertanian. Fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk pertanian pascapanen.
Banyumas dipilih sebagai salah satu lokasi karena wilayah tersebut, bersama Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara, merupakan pusat produksi padi utama. Kehadiran fasilitas penggilingan modern ini akan sangat membantu petani dalam mengolah hasil panen mereka secara lebih efisien dan berkualitas.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk mendukung inisiatif ini dengan menyiapkan lahan strategis. Penyediaan lahan antara dua hingga lima hektar untuk pembangunan pabrik penggilingan padi modern menunjukkan komitmen pemerintah daerah terhadap program pemerintah pusat dalam pengembangan fasilitas pascapanen.
Peran UMP dan Petani Milenial dalam Ekosistem Pangan Berkelanjutan
Rektor UMP, Jebul Suroso, menegaskan kesiapan universitas untuk memperkuat penelitian dan hilirisasi pangan melalui kolaborasi dengan pemerintah. UMP melihat rencana pembangunan pabrik penggilingan padi modern di Banyumas sebagai tantangan positif untuk meningkatkan perannya dalam riset dan hilirisasi pangan.
Universitas Muhammadiyah Purwokerto juga berkomitmen mendukung petani milenial agar dapat berkontribusi pada program ketahanan pangan nasional. Dukungan ini diharapkan dapat mendorong generasi muda untuk terlibat aktif dalam sektor pertanian, membawa inovasi dan semangat baru.
Selain itu, UMP turut mendukung program Makan Bergizi Gratis dengan menyediakan fasilitas dapur di kampus. Inisiatif ini menunjukkan peran aktif universitas dalam mendukung program pemerintah yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Sumber: AntaraNews