Mengapa 100 Peserta Pokdarwis Jakarta Barat Dibina? Ini Manfaatnya untuk Pariwisata Lokal!
Suku Dinas Parekraf Jakarta Barat menggelar pembinaan bagi 100 peserta Pokdarwis Jakarta Barat. Simak bagaimana program ini meningkatkan kompetensi dan wawasan pariwisata lokal.
Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sudin Parekraf) Jakarta Barat baru-baru ini menyelenggarakan program pembinaan penting. Sebanyak 100 peserta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di wilayah Jakarta Barat mendapatkan bimbingan komprehensif. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 28 Agustus, sebagai upaya nyata pemerintah daerah.
Pembinaan ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan serta kompetensi para anggota Pokdarwis secara signifikan. Diharapkan, melalui program ini, potensi pariwisata lokal di Jakarta Barat dapat terus berkembang. Para peserta juga diharapkan memperoleh pengalaman baru yang berharga dalam pengelolaan dan promosi destinasi wisata.
Kegiatan pembinaan ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik langsung di lapangan. Pelaksanaan dilakukan di dua lokasi strategis: Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan dan Grogol Petamburan. Pendekatan ganda ini memastikan peserta mendapatkan pemahaman holistik tentang pariwisata dan budaya.
Peningkatan Kompetensi Pokdarwis Jakarta Barat
Kepala Sudin Parekraf Jakarta Barat, Dedi Sumardi, menegaskan pentingnya program pembinaan ini. Beliau menyampaikan bahwa bimbingan teknis (bimtek) semacam ini sangat krusial untuk pengembangan berkelanjutan. Dedi berharap, melalui bimtek, potensi pariwisata di Jakarta Barat dapat terus digali dan dimaksimalkan.
Program ini dirancang untuk membekali peserta Pokdarwis dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan. Peningkatan wawasan ini mencakup berbagai aspek pariwisata, mulai dari pengelolaan hingga pelayanan. Kompetensi yang lebih baik akan membantu Pokdarwis dalam mengelola destinasi wisata secara profesional dan menarik.
Para peserta Pokdarwis diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam mempromosikan pariwisata lokal. Dengan bekal yang memadai, mereka dapat menciptakan pengalaman wisata yang lebih baik bagi pengunjung. Ini secara langsung berkontribusi pada peningkatan daya tarik dan kunjungan wisatawan ke Jakarta Barat.
Mengenal dan Melestarikan Budaya Betawi
Salah satu fokus utama dalam pembinaan ini adalah pengenalan dan pelestarian budaya lokal, khususnya budaya Betawi. Kepala Seksi Industri Pariwisata Sudin Parekraf Jakarta Barat, Sanyoto, menjelaskan alasan pemilihan Setu Babakan sebagai salah satu lokasi pembinaan. Lokasi ini merupakan pusat perkembangan budaya Betawi yang kaya.
Di Setu Babakan, peserta Pokdarwis diajak untuk mengamati, mempelajari, dan memahami situs perkembangan budaya Betawi. Mereka berkesempatan melihat langsung koleksi pakaian adat, makanan khas, dan berbagai benda bersejarah lainnya. Pengalaman ini memberikan pemahaman mendalam yang mungkin sebelumnya hanya mereka lihat melalui media sosial.
Antusiasme peserta sangat tinggi selama kunjungan ke Setu Babakan. Mereka aktif berinteraksi dan menunjukkan ketertarikan pada setiap detail budaya yang disajikan. Pembinaan ini diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan yang lebih dalam terhadap budaya Betawi di kalangan peserta Pokdarwis. Hal ini penting untuk memastikan keberlanjutan warisan budaya.
Bimbingan Teknis dan Teoritis untuk Pengembangan Ekonomi Pariwisata
Selain aspek budaya, pembinaan di Grogol Petamburan berfokus pada bimbingan teknis dan teoritis. Sesi ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam tentang aspek ekonomi dan manajemen pariwisata. Narasumber yang dihadirkan adalah para akademisi dan praktisi yang kompeten di bidangnya.
Materi yang disampaikan meliputi strategi pengembangan pariwisata, manajemen destinasi, hingga pemasaran digital. Peserta mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi dan mengajukan pertanyaan langsung kepada para ahli. Ini membantu mereka memahami tantangan dan peluang dalam industri pariwisata modern.
Melalui bimbingan teknis ini, Pokdarwis diharapkan dapat mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan sehari-hari. Peningkatan kapasitas ini akan berdampak positif pada pengelolaan pariwisata di tingkat komunitas. Pada akhirnya, hal ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor pariwisata yang lebih terorganisir dan profesional.
Sumber: AntaraNews