Menengok Ratusan Kader Muhammadiyah Mmbersihkan Sampah Plastik di Pantai Bali
Pantai Kedonganan, yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata pantai yang populer di Bali, masih menghadapi masalah sampah kiriman hingga saat ini.
Ratusan kader Pemuda Muhammadiyah berpartisipasi dalam kegiatan pembersihan kawasan Pantai Kedonganan, Kuta Selatan, Badung, Bali. Aksi corve bersih pantai ini merupakan bagian dari rangkaian Tanwir II Pemuda Muhammadiyah dan sekaligus menjadi bentuk kritik sosial bahwa isu lingkungan tidak boleh dianggap sepele.
Pantai Kedonganan, yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata pantai yang populer di Bali, masih menghadapi masalah sampah kiriman hingga saat ini. Limbah plastik dan botol minuman sekali pakai yang terbawa arus laut seringkali mencemari pantai tersebut.
Dalam kegiatan ini, para kader bersama para pelajar dari sekolah Muhammadiyah di Bali melakukan pemungutan sampah di sepanjang pesisir dan memberikan bantuan berupa tong sampah untuk mendukung program pemilahan limbah di area wisata.
Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dzulfikar Ahmad Tawalla menegaskan bahwa budaya bersih telah menjadi tradisi yang melekat dalam Muhammadiyah dan bukan hanya sekadar mengikuti tren isu lingkungan global.
"Kegiatan seperti ini sebenarnya sudah rutin dilakukan Pemuda Muhammadiyah jauh sebelum sampah menjadi isu nasional. Sebab dalam Islam sudah jelas diterangkan Annadhofatu Minal Iman, kebersihan adalah sebagian dari iman. Karena itu, menjaga kebersihan lingkungan sudah menjadi prinsip Muhammadiyah," ujar Dzulfikar.
Dzulfikar, yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), menambahkan bahwa seruan dari Presiden Prabowo Subianto mengenai kepedulian lingkungan memberikan dorongan tambahan bagi para kader untuk memperkuat gerakan kolektif dalam menjaga bumi.
"Environment itu bahasa global yang seharusnya menjadi kesadaran bersama lintas generasi, lintas agama, dan lintas bangsa. Oleh karena itu, Pemuda Muhammadiyah ingin menunjukkan bahwa gerakan anak muda saat ini tidak cukup hanya berbicara tentang gagasan besar, tetapi juga harus hadir dengan aksi nyata untuk menjaga bumi," tuturnya.
Ia menilai bahwa masalah sampah sering kali disederhanakan menjadi urusan teknis pemerintah daerah semata. Padahal, akar masalah utamanya berkaitan dengan pola konsumsi masyarakat serta rendahnya disiplin publik terhadap lingkungan.
"Kita tidak boleh mewariskan laut yang kotor dan pantai yang penuh plastik kepada generasi mendatang. Jika semua hanya saling menyalahkan tanpa melakukan aksi kolektif, maka krisis lingkungan akan terus berulang," tegas Dzulfikar.
Dibuka Wapres Gibran
Forum Tanwir II Pemuda Muhammadiyah dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, dan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti. Acara ini tidak hanya bertujuan untuk membahas isu-isu strategis yang berkaitan dengan kepemudaan, tetapi juga untuk mendorong keterlibatan aktif para kader dalam isu-isu seperti ketahanan pangan, krisis lingkungan, dan masalah sosial yang dihadapi masyarakat pesisir.
Selain itu, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, juga memberikan apresiasi terhadap kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah di Bali.
Namun, ia menekankan bahwa ancaman sampah di kawasan wisata masih menjadi tantangan serius yang membutuhkan kolaborasi jangka panjang antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat sipil untuk mengatasinya.