Mendikdasmen Mu'ti Pastikan Program Revitalisasi Pendidikan dan Digitalisasi Tetap Prioritas di Tahun 2026
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menegaskan program **revitalisasi pendidikan dan digitalisasi** pembelajaran akan tetap menjadi prioritas pada 2026, meskipun ada penyesuaian anggaran.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memastikan dua program krusial akan terus berjalan pada tahun 2026. Program tersebut adalah revitalisasi satuan pendidikan dan perluasan digitalisasi pembelajaran. Kepastian ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Kepala Daerah di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten.
Prioritas ini tetap dipertahankan meski kementerian menghadapi tantangan keterbatasan anggaran. Mu'ti menekankan pentingnya kedua program tersebut untuk meningkatkan kualitas sarana prasarana pendidikan. Hal ini sejalan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan peserta didik.
Ia juga meminta seluruh kepala daerah untuk berpartisipasi aktif. Partisipasi ini termasuk dalam pengawasan dan penentuan sekolah sasaran. Tujuannya adalah agar program dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Prioritas Revitalisasi Satuan Pendidikan di Tengah Keterbatasan Anggaran
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa revitalisasi satuan pendidikan merupakan upaya pemerintah dalam menyediakan fasilitas belajar yang lebih layak. Program ini juga bertujuan untuk menyesuaikan sarana prasarana dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pendidikan modern. Namun, anggaran untuk tahun 2026 diperkirakan tidak sebesar tahun sebelumnya.
"Hanya mungkin yang sedikit berbeda, anggaran untuk tahun 2026 memang tidak sebesar tahun 2025 sehingga akan ada pengurangan sekolah sasaran," kata Mendikdasmen Mu'ti. Kondisi ini kemungkinan akan berdampak pada pelaksanaan revitalisasi di tahun 2026. Oleh karena itu, seleksi sekolah penerima manfaat akan menjadi lebih ketat.
Mu'ti meminta kepala daerah untuk benar-benar memprioritaskan sekolah yang kondisi fisiknya sangat tidak layak. Sekolah-sekolah ini harus menjadi penerima manfaat utama program revitalisasi satuan pendidikan. Pengawasan yang jujur terhadap usulan data dan kondisi sekolah sangat diperlukan untuk memastikan akuntabilitas.
"Sekolah penerima manfaat diprioritaskan untuk satuan pendidikan yang memang benar-benar memerlukan bantuan karena kondisinya yang sangat tidak layak untuk menjadi pendukung kegiatan pembelajaran yang bermutu," tegasnya. Kementerian berkomitmen untuk memastikan dana digunakan secara akuntabel, efisien, dan transparan, serta meminta dukungan pengawasan dari semua pihak.
Perluasan Digitalisasi Pembelajaran dengan Dukungan Presiden
Selain revitalisasi, program perluasan digitalisasi pembelajaran juga menjadi fokus utama Kemendikdasmen di tahun 2026. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran melalui teknologi. Mendikdasmen Mu'ti mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan khusus terkait program ini.
Arahan Presiden adalah agar setiap satuan pendidikan menerima tiga unit interactive flat panel (IFP) pada tahun 2026. Ini merupakan peningkatan signifikan dibandingkan kondisi saat ini. Saat ini, setiap sekolah hanya menerima satu unit IFP. Peningkatan ini menunjukkan komitmen kuat terhadap transformasi digital di sektor pendidikan.
Program digitalisasi pembelajaran mencakup empat komponen utama yang saling mendukung. Komponen tersebut meliputi penyediaan panel interaktif, pengadaan laptop, pelatihan guru, serta pengembangan bahan ajar digital. Kombinasi elemen-elemen ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan adaptif.
Dengan adanya fasilitas digital yang lebih memadai, diharapkan proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan menarik bagi siswa. Pelatihan guru juga menjadi kunci agar teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal. Pengembangan bahan ajar digital akan melengkapi ekosistem pembelajaran digital yang komprehensif.
Sumber: AntaraNews