Mendikdasmen Apresiasi Terobosan Pendidikan Banyuwangi, IPM Terus Meningkat
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengapresiasi berbagai terobosan pendidikan Banyuwangi yang inovatif, termasuk program Garda Ampuh, di tengah peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, memberikan pujian tinggi atas berbagai terobosan dan program kreatif di dunia pendidikan yang diinisiasi oleh Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Apresiasi ini disampaikan setelah upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang berlangsung khidmat dan meriah di Taman Blambangan, Banyuwangi, pada Sabtu, 2 Mei.
Mu'ti secara khusus menyoroti layanan pendidikan yang menyasar kelompok masyarakat yang tidak berkesempatan sekolah karena berbagai alasan. Inisiatif ini menunjukkan komitmen Banyuwangi dalam memastikan akses pendidikan yang merata bagi seluruh warganya.
Selain itu, Mendikdasmen juga memuji peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banyuwangi yang konsisten dari tahun ke tahun. Capaian ini menjadi indikator keberhasilan daerah dalam upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat, salah satunya melalui sektor pendidikan.
Inovasi Pendidikan Banyuwangi Raih Apresiasi Nasional
Mendikdasmen Abdul Mu'ti secara langsung menyatakan kekagumannya terhadap Kabupaten Banyuwangi. Ia menyebut daerah ini memiliki banyak terobosan dan program yang strategis di dunia pendidikan. Program-program tersebut dinilai sangat kreatif dan efektif dalam mengatasi berbagai tantangan pendidikan di lapangan.
Fokus utama apresiasi Mendikdasmen adalah pada program yang memberikan kesempatan sekolah bagi mereka yang sebelumnya terpaksa putus sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa Banyuwangi memiliki kepedulian tinggi terhadap keberlanjutan pendidikan warganya.
Peringatan Hardiknas 2026 di Banyuwangi menjadi momen penting bagi Mendikdasmen untuk melihat langsung implementasi program-program tersebut. Upacara yang dihadiri Forkopimda Banyuwangi ini berlangsung dengan sangat khidmat dan meriah, mencerminkan semangat pendidikan yang kuat di daerah tersebut.
IPM Banyuwangi Melonjak, Bukti Komitmen Pendidikan
Capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banyuwangi menunjukkan tren positif yang signifikan. Pada tahun 2025, IPM Banyuwangi mencapai angka 75,17, meningkat dari 74,3 pada tahun 2024. Peningkatan ini juga terlihat dari tahun-tahun sebelumnya, yakni 73,79 (2023), 73,15 (2022), dan 72,62 (2021).
Angka-angka ini menunjukkan pertumbuhan yang stabil dan berkelanjutan dalam kualitas hidup masyarakat Banyuwangi. Peningkatan IPM menjadi cerminan dari keberhasilan berbagai sektor pembangunan, termasuk pendidikan dan kesehatan.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti secara eksplisit memuji capaian IPM ini sebagai sebuah hasil yang sangat bagus. Ia bahkan sempat berbincang dengan Bupati Banyuwangi sebelum acara untuk memahami lebih dalam strategi di balik peningkatan tersebut, terutama yang berkaitan dengan terobosan pendidikan Banyuwangi.
Program Unggulan Banyuwangi: Garda Ampuh dan Siswa Asuh Sebaya
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menjelaskan beberapa program kreatif yang menjadi andalan daerahnya. Program-program ini dirancang untuk memastikan anak usia sekolah dapat terus mengenyam pendidikan dan tidak putus sekolah.
Salah satu program unggulan adalah Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah (Garda Ampuh). Program ini berfokus pada upaya menjaring kembali anak-anak yang putus sekolah dan membantu mereka kembali ke bangku sekolah melalui berbagai skema dukungan.
Selain itu, terdapat pula program Siswa Asuh Sebaya, sebuah inisiatif unik yang menumbuhkan rasa kepedulian sosial di kalangan pelajar. Melalui program ini, siswa yang secara ekonomi lebih mampu menyisihkan uang sakunya untuk membantu kebutuhan siswa lain yang kurang mampu.
Bantuan yang diberikan mencakup berbagai keperluan sekolah, mulai dari pembelian sepeda, kacamata, hingga kebutuhan sekolah dasar lainnya. Bupati Ipuk menambahkan bahwa bagi Banyuwangi, pendidikan tidak hanya terbatas pada aspek akademik, tetapi juga bagaimana memadukan potensi anak di bidang seni, budaya, dan beragam potensi lainnya. Hal ini terlihat dari pelibatan pelajar dalam setiap agenda seni dan budaya, termasuk seni kolosal Kuntulan Ewon yang ditampilkan pada Hardiknas 2026.
Sumber: AntaraNews