LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Menangis, Djarot janji bebaskan pajak makam korban tragedi Mei 98

Secara simbolis Djarot melakukan tabur bunga ke salah satu makam korban Mei 98.

2016-05-14 14:56:20
Tragedi Mei 98
Advertisement

Bertepatan dengan peringatan 18 tahun tragedi Mei 98, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyambangi Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Sabtu (14/5). Pantauan merdeka.com, Djarot datang sekitar pukul 12.59 WIB. Djarot yang mengenakan batik langsung disambut Komisioner Komnas Perempuan Yuniarti Huzaifa.

Pada kesempatan itu, Djarot menjawab keluh kesah keluarga korban tragedi Mei 98. Ruyati (70) meminta Djarot untuk mempertahankan makam anaknya di daerah Penggilingan, Jakarta Timur agar tidak rata dengan tanah.

"Saya mohon pak Djarot, korban anak saya Tatang Karyana, korban Mal Klender agar makamnya tidak hilang, di daerah Penggilingan. Keadaannya di sana sudah hampir rata dengan tanah," ujar Ruyati.

Advertisement

Koesmiayati (52), meminta makan keluarganya yang jadi korban tragedi Mei 98 dirawat dan tidak diberikan beban pajak yang tinggi. "Saya minta diperbaiki dan dibebaskan pajaknya pak," ungkap Koesmiayati.

Ungkapan para keluarga korban langsung direspon politikus PDIP tersebut. "Saya langsung mendengarkan testimoni. Saya katakan sebagian kecil korban dimakamkan di Penggilingan dan Pondok Kelapa. Saya minta semua korban, saya minta datanya. Bukan hanya kita bebaskan pajak, biarkan kami yang merawatnya (makam)," janji Djarot.

Djarot langsung meneteskan air mata. Salah satu ajudannya bergegas memberikan tisu untuk mengusap air matanya. Usai memberikan sambutan, secara simbolis Djarot melakukan tabur bunga ke salah satu makam korban Mei 98.

Advertisement

Peristiwa kerusuhan terjadi di penghujung masa kekuasaan Soeharto pada Mei 1998. Pihak keluarga korban kerusuhan mei 98 masih berupaya mencari keadilan dan menuntut pihak-pihak yang bertanggung jawab di balik tragedi ini segera diadili.

Beberapa jenazah tidak terindentifikasi dimakamkan di TPU Pondok Ranggon. Ada kuburan massal dan hanya diberi nisan bertulis 'Korban Tragedi 13-15 Mei 1998 Jakarta'.

Baca juga:
Ini kesaksian korban kebrutalan aparat di tragedi Trisakti '98
Wagub Djarot dan puteri Gus Dur akan berdoa untuk korban Mei 98
Kisah mengharukan Kusmiati kehilangan anaknya saat kerusuhan Mei 98
Wagub Djarot: Mei 98 seperti G30S, harusnya masuk kurikulum sekolah
Warisan perjuangan empat pemuda dari kampus Trisakti
Cara mahasiswa Trisakti kenang tragedi Mei 98

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.